RI usulkan 5 langkah tingkatkan produktivitas kerja

Selasa, 23 Oktober 2012 - 17:08 WIB
RI usulkan 5 langkah...
RI usulkan 5 langkah tingkatkan produktivitas kerja
A A A
Sindonews.com - Indonesia mengusulkan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas kerja dan daya saing dari negara-negara anggota Asian Productivity Organization (APO) agar mampu berkompetisi di pasar global.

Langkah-langkah tersebut adalah memperbaiki iklim investasi, pembangunan infrastruktur, efiesiensi birokrasi, meningkatkan inovasi dan meningkatkan produktivitas di semua tingkatan dan sektor serta melakukan pengembangan sistem pendidikan dan pelatihan.

Demikian diungkapkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar saat membuka Workshop Meeting of Heads of NPOs (WSM) ke–53 yang diadakan pada tanggal 23–25 Oktober 2012 di Hotel Inna Grand Bali Beach Sanur.

Workshop ini merupakan agenda rutin Asian Productivity Organization (APO) dan pertemuan tahunan Kepala-Kepala Organisasi Produktivitas Nasional (NPO). WSM ke 53 dihadiri 80 delegasi dari 20 negara anggota APO (Bangladesh, Kamboja, China, Fiji, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Japan, Korea, Lao PDR, Malaysia, Mongolia, Nepal, Pakistan, Philippines, Singapore, Sri Lanka, Thailand dan Vietnam) serta advisor/observer dari negara anggota APO/nonanggota APO, APO Secretary dan observer dari Philippines dan Afrika (Botswana)

Muhaimin mengatakan, dalam era persaingan global diperlukan formulasi kebijakan dan pengambilan langkah-langkah strategis oleh setiap negara dengan cara meningkatkan produktivitas yang pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing.

“Rumusan kebijakan dalam peningkatan produktivitas dan daya saing ini berkontribusi pada pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di masing-masing negara Asia,” kata Muhaimin.

Di Indonesia, kata Muhaimin, komitmen terhadap perlunya produktivitas telah dituangkan dalam RPJM 2009-2014, khususnya dalam agenda pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, yaitu pembangunan ekonomi yang berlandaskan pada peningkatan produktivitas dan daya saing serta makin memicu terciptanya kreativitas dan inovasi.

Peningkatan Kualitas dan produktivitas, menurutnya, menjadi salah satu program prioritas yang dalam implementasinya dilakukan dalam kerangka gerakan produktivitas nasional. ”Gerakan produktivitas ini mempunyai peran sangat strategis dalam menjawab perubahan paradigma pembangunan yang berkembang dewasa ini," ujarnya.

Muhaimin melanjutkan, seiring dengan perjalanan waktu dan dinamika yang ada, lingkup kerja produktivitas juga berkembang hingga mencakup berbagai faktor lainnya, seperti manajemen, teknologi, pengetahuan, lingkungan, dan pengembangan masyarakat.

“Untuk dapat lebih memperkuat pertumbuhan ekonomi, dimana produktivitas adalah sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi tersebut secara keseluruhan, maka Indonesia telah dan akan terus melakukan berbagai upaya dan inisiatif yang konkrit untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing bangsa,” paparnya.

Berdasarkan data World Economic Forum (WEF) tahun 2012, saat ini tingkat produktivitas Indonesia berada pada peringkat ke-50 dari 144 negara yang disurvei. Hal tersebut merupakan suatu kesempatan dan tantangan bagi Indonesia untuk terus melakukan inovasi dan kreativitas yang mengarah pada upaya-upaya konkrit peningkatan produktivitas dan daya saing.

“Indonesia sangat mendukung kerja sama dengan APO dengan harapan seluruh program yang dilakukan dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas serta peringkat daya saing Indonesia dalam rangka berkompetisi di pasar global," kata Muhaimin.

Muhaimin berharap dalam workshop dapat terjadi pertukaran ide, informasi, saran serta masukan lainnya, sehingga akan terwujud peningkatan dan pengembangan jejaring kerja sama yang solid antar negara anggota APO.

“Setelah selesai mengikuti workshop ini, kita semua dapat mentransfer informasi, ide dan inisiatif yang didapat dalam workshop ini kepada seluruh stakeholder di negara masing-masing," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
4 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
5 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved