Lion Air Group tambah 30 pesawat
Rabu, 24 Oktober 2012 - 10:47 WIB
Lion Air Group tambah 30 pesawat
A
A
A
Sindonews.com - Induk perusahaan dengan penumpang terbanyak di Indonesia, Lion Air Grup, akan menambah pesawat sebanyak 30 unit tahun depan. Rencana tersebut diharapkan mampu menggenjot kapasitas sebanyak empat juta penumpang dari target tahun ini 28,5 juta penumpang.
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, penambahan pesawat tersebut sebagai upaya perusahaannya untuk mengembangkan sayap bisnis penerbangan di Indonesia.
Dari 30 unit yang siap didatangkan, 12 unit di antaranya akan dioperasikan oleh Lion Air, 12 unit oleh Batik Air,dan 6 unit oleh Wings Air. Saat ini Lion Air Group telah mengoperasikan 115 pesawat oleh Lion Air, Lion BizJet, dan Wing Air.
”Untuk Batik Air maskapai dengan kelas premium atau full services (layanan penuh) kami targetkan dapat beroperasi pada Maret 2013, untuk tahap awal dibutuhkan 12 unit pesawat Boeing 737-900 ER dan juga Boeing 787 Dreamliner,” kata Edward seusai menghadiri jumpa pers penangkapan pengancam bom terhadap Lion Air di Yogyakarta, Selasa 23 Oktober 2012.
Penambahan pesawat oleh Lion Air Group ini, kata dia, sebagai kelanjutan kontrak kerja sama dari pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, yaitu Boeing dan juga ATR, yang telah ditandatangani kedua perusahaan pada perhelatan Singapore Air Show awal tahun ini.
Seperti diketahui, Lion Air Group telah menandatangani kontrak kerja sama dengan pabrikan pesawat Boeing untuk pemesanan Boeing 737-900 ER sebanyak 230 unit, sedangkan hingga saat ini pesawat yang telah tiba sebanyak 74 pesawat.
Untuk pabrikan pesawat asal Toulous, Prancis,ATR, pihaknya telah memesan sebanyak 33 unit ATR 72-500 yang dipesan sejak 2010. ”Dengan kedatangan 30 pesawat ini,kami targetkan dapat menambah kapasitas jumlah penumpang sebanyak empat juta orang dengan load factor (tingkat keterisian penumpang) sebanyak 80 persen,” jelasnya.
Dia mengakui, kapasitas daya tampung maskapai dan penumpang di beberapa bandara di Indonesia telah melebih ketersediaan yang ada.Untuk itu, sambil menunggu pengembangan bandara yang dilakukan pemerintah saat ini, perusahaannya akan menempatkan pesawat baru Lion Air di beberapa bandara yang masih cukup kapasitasnya.
”Kapasitas pesawat di beberapa bandara memang terbatas, nantinya armada baru kami akan ditempatkan di Batam yang telah kita bangun hanggar, dan juga di Manado dan Kupang. Untuk di wilayah Indonesia timur akan kita tempatkan di Ambon dan Jayapura,” beber dia.
Mengenai pengembang usaha Batik Air,pihaknya optimistis akan memperoleh pangsa pasar full services di Indonesia. Edward memperkirakan, pergerakan jumlah penumpang low cost carrier (LCC) ke full services sebanyak 3–5 persen setiap tahunnya. Hal ini sesuai dengan kebutuhan gaya hidup dan penambahan masyarakat menengah ke atas di Tanah Air.
”Tahun ini dari target jumlah penumpang sebanyak 71 juta orang, sebanyak 28 juta orang menggunakan layanan full services, sedangkan tahun 2013 jumlahnya akan bertambah sebanyak 35 juta orang,ini merupakan potensi yang besar,” akunya.
Presiden Direktur Lion Air Group Rusdi Kirana sebelumnya mengatakan akan memberikan pelayanan kelas maskapai premium lainnya. Dia menyatakan akan menjual harga tiket Batik Air 40–50 persen di bawah harga tarif batas atas kelas penerbangan full services.
”Berbeda dengan Lion Air, nantinya penumpang yang menggunakan Batik Air akan disuguhkan hiburan multimedia di setiap tempat duduk. Selain itu,kami akan menawarkan akses internet dengan Wi- Fi dan telepon di pesawat yang dikenakan biaya yang terjangkau,” kata Rusdi beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan, untuk rute penerbangan yang dibidik Batik Air sebagian besar akan terbang ke wilayah regional Asia Barat dan Asia Tenggara. Rute pertama yang rencananya saat ini disiapkan perusahaannya dari Jakarta–Medan–Mumbai (India). Nantinya, Batik Air akan mempunyai hub penerbangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
”Pembukaan hub penerbangan di Manado ini karena akan lebih dekat jika kita akan mengambil rute ke Amerika dan Eropa, begitu pula sebaliknya, dari Manado mereka bisa langsung ke negara-negara di dua benua tersebut,” katanya.
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, penambahan pesawat tersebut sebagai upaya perusahaannya untuk mengembangkan sayap bisnis penerbangan di Indonesia.
Dari 30 unit yang siap didatangkan, 12 unit di antaranya akan dioperasikan oleh Lion Air, 12 unit oleh Batik Air,dan 6 unit oleh Wings Air. Saat ini Lion Air Group telah mengoperasikan 115 pesawat oleh Lion Air, Lion BizJet, dan Wing Air.
”Untuk Batik Air maskapai dengan kelas premium atau full services (layanan penuh) kami targetkan dapat beroperasi pada Maret 2013, untuk tahap awal dibutuhkan 12 unit pesawat Boeing 737-900 ER dan juga Boeing 787 Dreamliner,” kata Edward seusai menghadiri jumpa pers penangkapan pengancam bom terhadap Lion Air di Yogyakarta, Selasa 23 Oktober 2012.
Penambahan pesawat oleh Lion Air Group ini, kata dia, sebagai kelanjutan kontrak kerja sama dari pabrikan pesawat asal Amerika Serikat, yaitu Boeing dan juga ATR, yang telah ditandatangani kedua perusahaan pada perhelatan Singapore Air Show awal tahun ini.
Seperti diketahui, Lion Air Group telah menandatangani kontrak kerja sama dengan pabrikan pesawat Boeing untuk pemesanan Boeing 737-900 ER sebanyak 230 unit, sedangkan hingga saat ini pesawat yang telah tiba sebanyak 74 pesawat.
Untuk pabrikan pesawat asal Toulous, Prancis,ATR, pihaknya telah memesan sebanyak 33 unit ATR 72-500 yang dipesan sejak 2010. ”Dengan kedatangan 30 pesawat ini,kami targetkan dapat menambah kapasitas jumlah penumpang sebanyak empat juta orang dengan load factor (tingkat keterisian penumpang) sebanyak 80 persen,” jelasnya.
Dia mengakui, kapasitas daya tampung maskapai dan penumpang di beberapa bandara di Indonesia telah melebih ketersediaan yang ada.Untuk itu, sambil menunggu pengembangan bandara yang dilakukan pemerintah saat ini, perusahaannya akan menempatkan pesawat baru Lion Air di beberapa bandara yang masih cukup kapasitasnya.
”Kapasitas pesawat di beberapa bandara memang terbatas, nantinya armada baru kami akan ditempatkan di Batam yang telah kita bangun hanggar, dan juga di Manado dan Kupang. Untuk di wilayah Indonesia timur akan kita tempatkan di Ambon dan Jayapura,” beber dia.
Mengenai pengembang usaha Batik Air,pihaknya optimistis akan memperoleh pangsa pasar full services di Indonesia. Edward memperkirakan, pergerakan jumlah penumpang low cost carrier (LCC) ke full services sebanyak 3–5 persen setiap tahunnya. Hal ini sesuai dengan kebutuhan gaya hidup dan penambahan masyarakat menengah ke atas di Tanah Air.
”Tahun ini dari target jumlah penumpang sebanyak 71 juta orang, sebanyak 28 juta orang menggunakan layanan full services, sedangkan tahun 2013 jumlahnya akan bertambah sebanyak 35 juta orang,ini merupakan potensi yang besar,” akunya.
Presiden Direktur Lion Air Group Rusdi Kirana sebelumnya mengatakan akan memberikan pelayanan kelas maskapai premium lainnya. Dia menyatakan akan menjual harga tiket Batik Air 40–50 persen di bawah harga tarif batas atas kelas penerbangan full services.
”Berbeda dengan Lion Air, nantinya penumpang yang menggunakan Batik Air akan disuguhkan hiburan multimedia di setiap tempat duduk. Selain itu,kami akan menawarkan akses internet dengan Wi- Fi dan telepon di pesawat yang dikenakan biaya yang terjangkau,” kata Rusdi beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan, untuk rute penerbangan yang dibidik Batik Air sebagian besar akan terbang ke wilayah regional Asia Barat dan Asia Tenggara. Rute pertama yang rencananya saat ini disiapkan perusahaannya dari Jakarta–Medan–Mumbai (India). Nantinya, Batik Air akan mempunyai hub penerbangan di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara.
”Pembukaan hub penerbangan di Manado ini karena akan lebih dekat jika kita akan mengambil rute ke Amerika dan Eropa, begitu pula sebaliknya, dari Manado mereka bisa langsung ke negara-negara di dua benua tersebut,” katanya.
(gpr)
Lihat Juga :