Sumber daya energi Indonesia dikuasai asing
Rabu, 24 Oktober 2012 - 11:36 WIB
Sumber daya energi Indonesia dikuasai asing
A
A
A
Sindonews.com - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) menilai bahwa Indonesia tidak berdaulat dalam bidang energi, sebab sebagian besar sumber energi Indonesia masih dikelola oleh pihak asing.
Demikian disampaikan Lemhanas dalam Dialog “Energi dalam perspektif Ketahanan Nasional” yang diadakan Dewan Energi Nasional di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
"Persentase penguasaan energi oleh nasional hanya di bawah 20 persen. Jadi kita bergantung pada asing," kata Peneliti Lemhanas Dadan Umar Daihani di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Menurut dia, ketahanan energi merupakan masalah yang amat krusial meskipun hanya salah satu faktor dari sekian banyak faktor ketahanan nasional. Goncangan yang terjadi pada harga energi, sedikit saja, bisa menciptakan konflik sosial. "Energi hanya salah satu komponen ketahanan nasional tapi sangat strategis," ujarnya.
Dadan menambahkan, penyelesaian masalah ketahanan energi ini membutuhkan kemauan kuat dari pemerintah. Selama ini, pemerintah terkesan tidak memiliki komitmen untuk membangun ketahanan energi, alasan klasik yang biasanya dikemukakan ialah negara belum memiliki cukup modal untuk mengelola energi secara mandiri.
"Orang bilang butuh uang, keahlian dan sebagainya, sebenarnya kemauan yang paling dibutuhkan," imbuhnya.
Ketergantungan energi pada pihak asing ini, lanjut Dadan, sungguh ironis karena Indonesia memiliki cadangan energi yang sangat besar. Dengan kekayaan tersebut, seharusnya Indonesia mampu menjadi negara yang kuat dan berdaulat penuh dalam bidang energi.
"Kita punya segala macam tapi tidak pernah menikmati segala macam. Berarti ketahanan nasional kita rendah," simpulnya.
Demikian disampaikan Lemhanas dalam Dialog “Energi dalam perspektif Ketahanan Nasional” yang diadakan Dewan Energi Nasional di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
"Persentase penguasaan energi oleh nasional hanya di bawah 20 persen. Jadi kita bergantung pada asing," kata Peneliti Lemhanas Dadan Umar Daihani di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Menurut dia, ketahanan energi merupakan masalah yang amat krusial meskipun hanya salah satu faktor dari sekian banyak faktor ketahanan nasional. Goncangan yang terjadi pada harga energi, sedikit saja, bisa menciptakan konflik sosial. "Energi hanya salah satu komponen ketahanan nasional tapi sangat strategis," ujarnya.
Dadan menambahkan, penyelesaian masalah ketahanan energi ini membutuhkan kemauan kuat dari pemerintah. Selama ini, pemerintah terkesan tidak memiliki komitmen untuk membangun ketahanan energi, alasan klasik yang biasanya dikemukakan ialah negara belum memiliki cukup modal untuk mengelola energi secara mandiri.
"Orang bilang butuh uang, keahlian dan sebagainya, sebenarnya kemauan yang paling dibutuhkan," imbuhnya.
Ketergantungan energi pada pihak asing ini, lanjut Dadan, sungguh ironis karena Indonesia memiliki cadangan energi yang sangat besar. Dengan kekayaan tersebut, seharusnya Indonesia mampu menjadi negara yang kuat dan berdaulat penuh dalam bidang energi.
"Kita punya segala macam tapi tidak pernah menikmati segala macam. Berarti ketahanan nasional kita rendah," simpulnya.
(gpr)
Lihat Juga :