Unitomo jadi pilot project kembangkan koperasi
Rabu, 24 Oktober 2012 - 17:21 WIB
Unitomo jadi pilot project kembangkan koperasi
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Koperasi dan UKM mengembangkan koperasi di perguruan tinggi. Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Surabaya menjadi pilot project untuk mengembangkan koperasi.
Sebagai langkah awal, Unitomo akan memilih 10 mahasiswa yang diberikan sumbangan sebesar Rp25 juta dari Kementerian. Mereka akan diminta untuk mengelola dana dan membesarkan koperasi dengan baik.
"Bantuan ini diberikan supaya mahasiswa bisa ber-entrepreneur," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan di Aula Unitomo, Rabu (24/10/2012).
Dalam menentukan mahasiswa yang memperoleh bantuan, Syarifuddin meminta supaya Rektor Unitomo melakukan seleksi dengan benar. Karena, pengeluaran dana negara tersebut akan dipertanggungjawabkan secara benar.
"Saya serahkan ke Pak Rektor lah dalam memilih mahasiswa. Saya hanya menyediakan dana supaya mahasiswa mau ber-entrepreneur," ujar dia.
Pemberian bantuan itu sebagai upaya merevitalisasi dan memberdayakan koperasi. Dengan begitu, koperasi di Indonesia akan semakin baik. Hal ini terlihat dengan kontribusi yang ditunjukan terus mengalami peningkatan.
Pada 2012 ini, beber Syarifuddin, pihaknya mentargetkan adanya peningkatan jumlah koperasi. Dalam waktu dekat, jumlah koperasi bisa mencapai 200 ribu unit.
Sedangkan koperasi yang sudah mati bisa dimerger ke koperasi yang mengalami perkembangan. "Tahun ini targetnya 200 ribu koperasi. Saya yakin bisa berhasil dengan baik," ungkap dia.
Program pemerintah itu, jelas Syarifuddin, telah didukung Unitomo. Salah satunya melakukan relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari pinggir jalan masuk ke dalam kampus. Kemudian PKL-PKL tersebut dimasukan dalam anggota koperasi milik Unitomo.
Upaya tersebut merupakan langkah konkrit yang ditunjukan Unitomo dalam melestarikan koperasi. Dengan begitu, penunjukan Unitomo sebagai perguruan tinggi yang memanfaatkan dana pemerintah sebesar Rp25 juta setiap mahasiswa yang mau berwirausaha merupakan langkah nyata.
"Ini yang saya suka dari Unitomo. PKL aja dimasukan dalam koperasi mereka, dengan begitu koperasi akan semakin langgeng," paparnya.
Rektor Unitomo Surabaya, Ulul Albab mengatakan, keputusan Kementerian Koperasi yang menjadilan Unitomo sebagai pilot project sangat menggembirakan. Ia mengaku akan menjalankan koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kami akan melaksanakan amanat yang diberikan Pak Menteri," katanya.
Bantuan dari kementerian, aku dia, akan dicairkan sesuai dengan kebutuhan. Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang telah membentuk komunitas supaya bisa berwirausaha dan menjadi entrepreneur yang handal.
Dalam melestarikan koperasi, Ulul mengaku tidak berdiri sendiri. Dia telah bertekat bersama dengan 23 PTN/PTS untuk bersama-sama menghidupkan koperasi seperti program pemerintah.
"Awalnya dalam menghidupkan koperasi di PT ada 23 PTN/PTS, sekarang sudah ada 40 PTN/PTS yang mendaftar. Kami yakin program ini akan berjalan lancar," ucapnya.
Di antara PTN/PTS yang memutuskan bergabung menghidupkan koperasi adalah, IAIN, Unisma, Unmuh Gresik, UPN, Unsuri, UK Petra, Unmer Madiun, UPH, Universitas Yos Sudarso, Universitas Mayjen Sungkono, UWKS, UMM, Perbanas, dan ITS.
Perguruan tinggi ini telah bersatu untuk menyusun modul pembelajaran yang alan diterapkan dalam mata kuliah. Pasalnya, PTN/PTS ini menginginkan supaya mahasiswanya nanti bukan hanya mencari pekerjaan tetapi menciptakan pekerjaan.
"Ini kan bentuk mengurangi pengangguran. Kami yakin mahasiswa lulusan PTN/PTS ini bisa menciptakan pekerjaan," jelas Ulul.
Disisi lain, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku sangat senang dengan upaya Unitomo melestarikan para PKL. Karena PKL merupakan penyumbang PAD untuk pemerintah.
"Alhamdulillah proses pengalihan lancar. Dulu relokasi PKL saja sulit, sekarang Unitomo bisa melakukan bahkan menjadikan PKL masuk anggota koperaso. Ini luar biasa," katanya.
Dengan relokasi ini, koperasi yang didirikan di Unitomo akan menjadi lebih besar. Pasalnya, anggotanya sudah memiliki usaha yang jelas.
Sebagai langkah awal, Unitomo akan memilih 10 mahasiswa yang diberikan sumbangan sebesar Rp25 juta dari Kementerian. Mereka akan diminta untuk mengelola dana dan membesarkan koperasi dengan baik.
"Bantuan ini diberikan supaya mahasiswa bisa ber-entrepreneur," kata Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan di Aula Unitomo, Rabu (24/10/2012).
Dalam menentukan mahasiswa yang memperoleh bantuan, Syarifuddin meminta supaya Rektor Unitomo melakukan seleksi dengan benar. Karena, pengeluaran dana negara tersebut akan dipertanggungjawabkan secara benar.
"Saya serahkan ke Pak Rektor lah dalam memilih mahasiswa. Saya hanya menyediakan dana supaya mahasiswa mau ber-entrepreneur," ujar dia.
Pemberian bantuan itu sebagai upaya merevitalisasi dan memberdayakan koperasi. Dengan begitu, koperasi di Indonesia akan semakin baik. Hal ini terlihat dengan kontribusi yang ditunjukan terus mengalami peningkatan.
Pada 2012 ini, beber Syarifuddin, pihaknya mentargetkan adanya peningkatan jumlah koperasi. Dalam waktu dekat, jumlah koperasi bisa mencapai 200 ribu unit.
Sedangkan koperasi yang sudah mati bisa dimerger ke koperasi yang mengalami perkembangan. "Tahun ini targetnya 200 ribu koperasi. Saya yakin bisa berhasil dengan baik," ungkap dia.
Program pemerintah itu, jelas Syarifuddin, telah didukung Unitomo. Salah satunya melakukan relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari pinggir jalan masuk ke dalam kampus. Kemudian PKL-PKL tersebut dimasukan dalam anggota koperasi milik Unitomo.
Upaya tersebut merupakan langkah konkrit yang ditunjukan Unitomo dalam melestarikan koperasi. Dengan begitu, penunjukan Unitomo sebagai perguruan tinggi yang memanfaatkan dana pemerintah sebesar Rp25 juta setiap mahasiswa yang mau berwirausaha merupakan langkah nyata.
"Ini yang saya suka dari Unitomo. PKL aja dimasukan dalam koperasi mereka, dengan begitu koperasi akan semakin langgeng," paparnya.
Rektor Unitomo Surabaya, Ulul Albab mengatakan, keputusan Kementerian Koperasi yang menjadilan Unitomo sebagai pilot project sangat menggembirakan. Ia mengaku akan menjalankan koperasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. "Kami akan melaksanakan amanat yang diberikan Pak Menteri," katanya.
Bantuan dari kementerian, aku dia, akan dicairkan sesuai dengan kebutuhan. Bantuan tersebut diberikan kepada mahasiswa yang telah membentuk komunitas supaya bisa berwirausaha dan menjadi entrepreneur yang handal.
Dalam melestarikan koperasi, Ulul mengaku tidak berdiri sendiri. Dia telah bertekat bersama dengan 23 PTN/PTS untuk bersama-sama menghidupkan koperasi seperti program pemerintah.
"Awalnya dalam menghidupkan koperasi di PT ada 23 PTN/PTS, sekarang sudah ada 40 PTN/PTS yang mendaftar. Kami yakin program ini akan berjalan lancar," ucapnya.
Di antara PTN/PTS yang memutuskan bergabung menghidupkan koperasi adalah, IAIN, Unisma, Unmuh Gresik, UPN, Unsuri, UK Petra, Unmer Madiun, UPH, Universitas Yos Sudarso, Universitas Mayjen Sungkono, UWKS, UMM, Perbanas, dan ITS.
Perguruan tinggi ini telah bersatu untuk menyusun modul pembelajaran yang alan diterapkan dalam mata kuliah. Pasalnya, PTN/PTS ini menginginkan supaya mahasiswanya nanti bukan hanya mencari pekerjaan tetapi menciptakan pekerjaan.
"Ini kan bentuk mengurangi pengangguran. Kami yakin mahasiswa lulusan PTN/PTS ini bisa menciptakan pekerjaan," jelas Ulul.
Disisi lain, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku sangat senang dengan upaya Unitomo melestarikan para PKL. Karena PKL merupakan penyumbang PAD untuk pemerintah.
"Alhamdulillah proses pengalihan lancar. Dulu relokasi PKL saja sulit, sekarang Unitomo bisa melakukan bahkan menjadikan PKL masuk anggota koperaso. Ini luar biasa," katanya.
Dengan relokasi ini, koperasi yang didirikan di Unitomo akan menjadi lebih besar. Pasalnya, anggotanya sudah memiliki usaha yang jelas.
(gpr)
Lihat Juga :