DPR: Dahlan harus tunjuk hidung pemeras BUMN
Rabu, 24 Oktober 2012 - 23:56 WIB
DPR: Dahlan harus tunjuk hidung pemeras BUMN
A
A
A
Sindonews.com - Tudingan Menteri BUMN Dahlan Iskan bahwa DPR sering memeras BUMN ditanggapi keras oleh sejumlah anggota DPR. DPR berjanji akan memanggil Dahlan untuk meminta penjelasan.
"Kita akan panggil dia supaya menjelaskan pernyataannya, dia harus tunjuk hidung siapa yang dimaksud, biar jelas," tegas Ketua Komisi VI Benny K Harman saat ditemui seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Telkomsel di Gedung DPR, Rabu (24/10/2012).
Benny menandaskan akan memanggil Dahlan dalam waktu dekat. "Segera akan kita panggil," imbuhnya.
Pada saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP), sejumlah anggota DPR melontarkan kekesalannya terhadap Dahlan Iskan. Mereka juga kecewa karena eks Dirut PLN tersebut tidak memenuhi undangan Komisi VI dan Komisi VII.
Komisi VII juga mengancam akan memanggil paksa Dahlan Iskan. "Kalau ketiga kalinya beliau tidak datang lagi, kita upayakan pemanggilan paksa, ini tidak main-main," ujar Anggota Komisi VII DPR Alimin Abdullah pada kesempatan terpisah.
Diberitakan sebelumnya, Sekretariat Kabinet (Setkab) mengaku mendapatkan pengaduan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terkait BUMN yang sering dimintai jatah oleh anggota DPR.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam membenarkan jika Dahlan mengirimkan pesan singkat pada dia untuk melindungi BUMN dari tangan jahil para oknum DPR. Pihaknya pun merespons dengan menerbitkan surat edaran.
"Benar Menteri BUMN (Dahlan Iskan) melapor via SMS ke Seskab agar mengindahkan SE (Surat Edaran) nomor 542," kata dia dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (24/10/2012).
Menurut dia, Seskab telah memerintahkan seluruh direksi BUMN untuk menolak bila masih ada oknum DPR yang meminta jatah. "Seluruh direksi BUMN harus menolak jika ada oknum DPR minta jatah dalam persetujuan mereka dalam pencairan PMN," tukas dia. (mhd)
"Kita akan panggil dia supaya menjelaskan pernyataannya, dia harus tunjuk hidung siapa yang dimaksud, biar jelas," tegas Ketua Komisi VI Benny K Harman saat ditemui seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Telkomsel di Gedung DPR, Rabu (24/10/2012).
Benny menandaskan akan memanggil Dahlan dalam waktu dekat. "Segera akan kita panggil," imbuhnya.
Pada saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP), sejumlah anggota DPR melontarkan kekesalannya terhadap Dahlan Iskan. Mereka juga kecewa karena eks Dirut PLN tersebut tidak memenuhi undangan Komisi VI dan Komisi VII.
Komisi VII juga mengancam akan memanggil paksa Dahlan Iskan. "Kalau ketiga kalinya beliau tidak datang lagi, kita upayakan pemanggilan paksa, ini tidak main-main," ujar Anggota Komisi VII DPR Alimin Abdullah pada kesempatan terpisah.
Diberitakan sebelumnya, Sekretariat Kabinet (Setkab) mengaku mendapatkan pengaduan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan terkait BUMN yang sering dimintai jatah oleh anggota DPR.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam membenarkan jika Dahlan mengirimkan pesan singkat pada dia untuk melindungi BUMN dari tangan jahil para oknum DPR. Pihaknya pun merespons dengan menerbitkan surat edaran.
"Benar Menteri BUMN (Dahlan Iskan) melapor via SMS ke Seskab agar mengindahkan SE (Surat Edaran) nomor 542," kata dia dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Rabu (24/10/2012).
Menurut dia, Seskab telah memerintahkan seluruh direksi BUMN untuk menolak bila masih ada oknum DPR yang meminta jatah. "Seluruh direksi BUMN harus menolak jika ada oknum DPR minta jatah dalam persetujuan mereka dalam pencairan PMN," tukas dia. (mhd)
(hyk)
Lihat Juga :