TPID DIY prediksi inflasi Oktober 0,25-0,5%
Kamis, 25 Oktober 2012 - 15:50 WIB
TPID DIY prediksi inflasi Oktober 0,25-0,5%
A
A
A
Sindonews.com - Tim pengendali inflasi DIY memperkirakan indek harga atau inflasi kota Yogyakarta akan naik pada Oktober ini. Inflasi Oktober diperkirakan sekira 0,25-0,5 persen.
"Dari hasil survey yang kita lakukan, banyak harga yang naik dan akan menyebabkan inflasi naik sedikit," jelas ketua III TPID DIY Mahdi Mahmudy, Kamis (25/10/2012).
Menurutnya, pada September lalu, inflasi DIY cukup rendah sekira 0,19 persen. Sedangkan pada Oktober akan sedikit mengalami kenaikan serta diperkirakan pada range 0,25-0,5 persen. TPID juga terus melakukan pantauan harga di sjeumlah pasar tradisional yang ada di lima kabupaten/kota. Sejumlah harga komoditas yang menjadi penyumbang inflasi, masih normal dan terkendali.
Kenaikan terjadi pada komoditas subkelompok bumbu-bumbuan, seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang putih. Sedangkan dari subkelompok sayur-sayuran komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah kubis. Selain karena cukup banyaknya hajatan yang mendorong naiknya permintaan, mulai turunnya hujan diperkirakan ikut mempengaruhi ketersediaan komoditas.
"Sampai pekan ketiga Oktober, kenaikan masih terkendali tetapi memang ada yang naik," jelas Mahdi.
Naiknya harga tadi, ujarnya, tidak lepas dari ketersediaan barang yang mulai menurun. Pasokan dari beberapa daerah di luar DIY cenderung menurun. Dikelompok sandang, peningkatan harga emas di pasar internasional diperkirakan akan ikut mempengaruhi harga emas di pasar lokal.
"Dari hasil survey yang kita lakukan, banyak harga yang naik dan akan menyebabkan inflasi naik sedikit," jelas ketua III TPID DIY Mahdi Mahmudy, Kamis (25/10/2012).
Menurutnya, pada September lalu, inflasi DIY cukup rendah sekira 0,19 persen. Sedangkan pada Oktober akan sedikit mengalami kenaikan serta diperkirakan pada range 0,25-0,5 persen. TPID juga terus melakukan pantauan harga di sjeumlah pasar tradisional yang ada di lima kabupaten/kota. Sejumlah harga komoditas yang menjadi penyumbang inflasi, masih normal dan terkendali.
Kenaikan terjadi pada komoditas subkelompok bumbu-bumbuan, seperti cabai merah, cabai rawit, dan bawang putih. Sedangkan dari subkelompok sayur-sayuran komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah kubis. Selain karena cukup banyaknya hajatan yang mendorong naiknya permintaan, mulai turunnya hujan diperkirakan ikut mempengaruhi ketersediaan komoditas.
"Sampai pekan ketiga Oktober, kenaikan masih terkendali tetapi memang ada yang naik," jelas Mahdi.
Naiknya harga tadi, ujarnya, tidak lepas dari ketersediaan barang yang mulai menurun. Pasokan dari beberapa daerah di luar DIY cenderung menurun. Dikelompok sandang, peningkatan harga emas di pasar internasional diperkirakan akan ikut mempengaruhi harga emas di pasar lokal.
(gpr)
Lihat Juga :