Dituding Dahlan, reaksi DPR berlebihan
Minggu, 28 Oktober 2012 - 14:09 WIB
Dituding Dahlan, reaksi DPR berlebihan
A
A
A
Sindonews.com - Saling serang Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI seolah menjadi top drama bulan ini. Ada yang terdiam, namun ada juga yang bereaksi terlalu cepat.
Pengamat Parlemen Sebastian Salang menilai kali ini reaksi DPR terlalu berlebihan menanggapi tudingan dari mantan bos PT. PLN persero tersebut.
"DPR tampak tidak siap kalau ini dibuka ke publik," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (28/10/2012).
Sebastian mengatakan, sebenarnya apa yang dinyatakan oleh Dahlan merupakan sesuatu yang biasa. Pasalnya, Dahlan hanya menyampaikan kepada jajaran direksi BUMN yang berada di bawah kontrolnya untuk tidak melayani permintaan suap dari anggota DPR.
"Dahlan Iskan hanya menegaskan tidak boleh beri upeti, tidak ada pretensi apa-apa, " tukas dia.
Seharusnya, lanjut Sebastian, DPR menyambut baik langkah Dahlan Iskan sebagai komitmen bersama untuk membersihkan DPR dari praktek-praktek suap.
"Kalau mereka juga punya komitmen, harusnya mereka menyambut baik. Direspons saja secara positif agar tidak terjadi hal-hal seperti itu lagi," simpulnya. (mai)
Pengamat Parlemen Sebastian Salang menilai kali ini reaksi DPR terlalu berlebihan menanggapi tudingan dari mantan bos PT. PLN persero tersebut.
"DPR tampak tidak siap kalau ini dibuka ke publik," ujarnya kepada Sindonews di Jakarta, Minggu (28/10/2012).
Sebastian mengatakan, sebenarnya apa yang dinyatakan oleh Dahlan merupakan sesuatu yang biasa. Pasalnya, Dahlan hanya menyampaikan kepada jajaran direksi BUMN yang berada di bawah kontrolnya untuk tidak melayani permintaan suap dari anggota DPR.
"Dahlan Iskan hanya menegaskan tidak boleh beri upeti, tidak ada pretensi apa-apa, " tukas dia.
Seharusnya, lanjut Sebastian, DPR menyambut baik langkah Dahlan Iskan sebagai komitmen bersama untuk membersihkan DPR dari praktek-praktek suap.
"Kalau mereka juga punya komitmen, harusnya mereka menyambut baik. Direspons saja secara positif agar tidak terjadi hal-hal seperti itu lagi," simpulnya. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :