Semester I, Honda bukukan laba bersih USD2,7 M

Selasa, 30 Oktober 2012 - 09:41 WIB
Semester I, Honda bukukan...
Semester I, Honda bukukan laba bersih USD2,7 M
A A A
Sindonews.com - Produsen mobil Jepang, Honda Motor Co, membukukan laba bersih semester I/2012 sebesar 213,96 miliar yen (USD2,7 miliar).

Angka tersebut naik lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 92,23 miliar yen. Kendati menguat, Honda memperkirakan potensi penurunan laba setahun penuh sebesar 20 persen akibat penguatan yen dan turunnya penjualan.

Honda memprediksi, laba bersih untuk tahun fiskal 2012 yang berakhir Maret 2013 hanya sebesar 375 miliar yen atau turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 470 miliar yen. “Penjualannya diramalkan hanya 9,8 triliun yen,turun dari sebelumnya 10,3 triliun yen,” ujar Honda dalam pernyataan resmi dikutip AFP, kemarin.

Honda menambahkan, merosotnya pendapatan disebabkan penurunan volume penjualan di tengah lingkungan bisnis yang berubah dan sengketa kepulauan dengan China serta dampak negatif naiknya nilai tukar mata uang yen.

Analis mengatakan, selain Honda, produsen mobil asal Negeri Sakura juga diperkirakan merasakan pengaruh meningkatnya ketegangan akibat sengketa pulau. Hal ini karena sentimen anti-Jepang membuat konsumen China beralih ke produsen lain.

“Kemungkinan Toyota Motor Corp dan Nissan Motor Co akan memangkas proyeksi,”kata Fujio Ando,Direktur Pelaksana Chibagin Asset Management dilansir BBC.

Menurutnya, terpangkasnya kinerja bisnis di China wajar dilakukan karena permasalahan tersebut tidak diperhitungkan dalam outlook sebelumnya. Selain itu, penguatan yen yang pada tahun lalu mencapai rekor tertinggi terhadap dolar Amerika Serikat (AS), juga menghantam penjualan pembuat automotif negara terbesar ketiga di dunia tersebut.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
6 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
7 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
7 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
8 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
8 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
8 jam yang lalu
Infografis
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2023 Tembus 5,03%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved