Tambang Emas Martabe kembali beroperasi
Selasa, 30 Oktober 2012 - 17:11 WIB
Tambang Emas Martabe kembali beroperasi
A
A
A
Sindonews.com - Setelah kurang lebih dua bulan terhenti, akhirnya Tambang emas Martabe yang dilakukan G-Resources Group Ltd kembali melakukan pemasangan pipa air untuk kebutuhan eksplorasinya. Pipa sepanjang 2,7 kilometer (km) tersebut dipasang setelah mendapatkan izin dari warga setempat.
"Pemasangan pipa yang akan mengalirkan air sisa proses, yang sudah dibersihkan di instalasi pengolahan air, ini diharapkan akan berlangsung selama tiga minggu, terhitung sejak kemarin," kata Presiden Direktur G-Resources Peter Albert dalam siaran pers, Selasa (30/10/2012).
Proses pemasangan pipa tersebut juga diawasi oleh aparat keamanan. Sementara itu, kontraktor dipercayakan kepada PT Duta Graha Indah dan PT Tapanuli Selatan Membangun (TSM).
"Jenis pipa yang digunakan adalah HDPE dengan diameter 60 sentimeter, tebal 3 sentimeter dan panjang 11 meter. Pipa akan ditanam dengan kedalaman 1 (satu) meter," paparnya.
Dia memastikan, proyek ini tidak lagi terhambat karena sudah mendapat dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan di Tapanuli Selatan dan Sumatera Utara.
Seperti diketahui, Tambang Emas Martabe berhenti beroperasi sejak 19 September 2012 karena terjadi penolakan pemasangan instalasi pipa air dari lokasi Tambang Emas Martabe ke sungai Batangtoru.
Penghentian operasional tambang ini menyebabkan perusahaan terpaksa merumahkan sebanyak 900 karyawan dan kontraktor. Selain itu, menyebabkan perusahaan mengalami kerugian sebesar USD1,5 juta atau setara Rp14,3 miliar per hari.
Tambang Emas Martabe saat ini memperkerjakan lebih dari 2.700 orang, dimana 70 persen diantaranya merupakan penduduk lokal Batangtoru dan sekitarnya. Sementara, pendapatan dari produksi tambang saat beroperasi penuh mencapai USD1,5 juta per hari.
"Pemasangan pipa yang akan mengalirkan air sisa proses, yang sudah dibersihkan di instalasi pengolahan air, ini diharapkan akan berlangsung selama tiga minggu, terhitung sejak kemarin," kata Presiden Direktur G-Resources Peter Albert dalam siaran pers, Selasa (30/10/2012).
Proses pemasangan pipa tersebut juga diawasi oleh aparat keamanan. Sementara itu, kontraktor dipercayakan kepada PT Duta Graha Indah dan PT Tapanuli Selatan Membangun (TSM).
"Jenis pipa yang digunakan adalah HDPE dengan diameter 60 sentimeter, tebal 3 sentimeter dan panjang 11 meter. Pipa akan ditanam dengan kedalaman 1 (satu) meter," paparnya.
Dia memastikan, proyek ini tidak lagi terhambat karena sudah mendapat dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan di Tapanuli Selatan dan Sumatera Utara.
Seperti diketahui, Tambang Emas Martabe berhenti beroperasi sejak 19 September 2012 karena terjadi penolakan pemasangan instalasi pipa air dari lokasi Tambang Emas Martabe ke sungai Batangtoru.
Penghentian operasional tambang ini menyebabkan perusahaan terpaksa merumahkan sebanyak 900 karyawan dan kontraktor. Selain itu, menyebabkan perusahaan mengalami kerugian sebesar USD1,5 juta atau setara Rp14,3 miliar per hari.
Tambang Emas Martabe saat ini memperkerjakan lebih dari 2.700 orang, dimana 70 persen diantaranya merupakan penduduk lokal Batangtoru dan sekitarnya. Sementara, pendapatan dari produksi tambang saat beroperasi penuh mencapai USD1,5 juta per hari.
(rna)
Lihat Juga :