Martabe beroperasi, 1.200 karyawan kembali bekerja
Selasa, 30 Oktober 2012 - 17:29 WIB
Martabe beroperasi, 1.200 karyawan kembali bekerja
A
A
A
Sindonews.com - G-Resources Group Ltd selaku pengelola Tambang emas Martabe akan kembali memanggil 1.200 karyawan yang telah dirumahkan sejak awal Oktober lalu. Hal ini seiring dengan kembali beroperasinya tambang, yang berlokasi di Tapanuli Selatan tersebut.
"Setelah pemasangan pipa ini diselesaikan, perusahaan akan memanggil kembali 1.200 karyawan yang telah dirumahkan sejak awal Oktober 2012," ujar Presiden Direktur G-Resources Peter Albert dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/10/2012).
Pemasangan pipa tersebut, lanjutnya, akan berlangsung selama tiga minggu kedepan. Perusahaan juga akan melakukan berbagai modifikasi dan pekerjaan mekanikal untuk secepatnya mengembalikan produksi ke tingkat sebelumnya.
"Pabrik pengolahan bijih emas juga mulai dioperasikan di waktu yang hampir bersamaan, kemarin, Senin 29 Oktober," jelasnya.
Awal 2013 diharapkan kegiatan produksi Tambang Emas Martabe sudah dapat berjalan dengan normal, dimana target produksi Tambang Emas Martabe tahun 2013, untuk emas 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak.
"Sekarang proses produksi kembali dimulai, kita bisa terus menunjukkan keunggulan proyek pertambangan kelas dunia ini," pungkasnya.
Seperti diketahui, Tambang Emas Martabe berhenti beroperasi sejak 19 September 2012 karena terjadi penolakan pemasangan instalasi pipa air dari lokasi Tambang Emas Martabe ke sungai Batangtoru. Penghentian operasional tambang ini menyebabkan perusahaan terpaksa merumahkan karyawan dan kontraktor.
Berhentinya operasional tambang tersebut menyebabkan perusahaan mengalami kerugian sebesar USD1,5 juta atau setara Rp14,3 miliar per hari. Tambang Emas Martabe saat ini memperkerjakan lebih dari 2.700 orang, dimana 70 persen diantaranya merupakan penduduk lokal Batangtoru dan sekitarnya.
"Setelah pemasangan pipa ini diselesaikan, perusahaan akan memanggil kembali 1.200 karyawan yang telah dirumahkan sejak awal Oktober 2012," ujar Presiden Direktur G-Resources Peter Albert dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/10/2012).
Pemasangan pipa tersebut, lanjutnya, akan berlangsung selama tiga minggu kedepan. Perusahaan juga akan melakukan berbagai modifikasi dan pekerjaan mekanikal untuk secepatnya mengembalikan produksi ke tingkat sebelumnya.
"Pabrik pengolahan bijih emas juga mulai dioperasikan di waktu yang hampir bersamaan, kemarin, Senin 29 Oktober," jelasnya.
Awal 2013 diharapkan kegiatan produksi Tambang Emas Martabe sudah dapat berjalan dengan normal, dimana target produksi Tambang Emas Martabe tahun 2013, untuk emas 250.000 oz emas dan 2-3 juta oz perak.
"Sekarang proses produksi kembali dimulai, kita bisa terus menunjukkan keunggulan proyek pertambangan kelas dunia ini," pungkasnya.
Seperti diketahui, Tambang Emas Martabe berhenti beroperasi sejak 19 September 2012 karena terjadi penolakan pemasangan instalasi pipa air dari lokasi Tambang Emas Martabe ke sungai Batangtoru. Penghentian operasional tambang ini menyebabkan perusahaan terpaksa merumahkan karyawan dan kontraktor.
Berhentinya operasional tambang tersebut menyebabkan perusahaan mengalami kerugian sebesar USD1,5 juta atau setara Rp14,3 miliar per hari. Tambang Emas Martabe saat ini memperkerjakan lebih dari 2.700 orang, dimana 70 persen diantaranya merupakan penduduk lokal Batangtoru dan sekitarnya.
(rna)
Lihat Juga :