Kulonprogo fokus selesaikan 3 megaproyek
Selasa, 30 Oktober 2012 - 18:43 WIB
Kulonprogo fokus selesaikan 3 megaproyek
A
A
A
Sindonews.com – Pemkab Kulonprogo tengah fokus menyelesaikan tiga megaproyek, yakni bandara internasional, pelabuhan ikan, dan penambangan pasir besi. Sebab, tiga megaproyek itu akan menjadi pintu masuk menuju kesejahteraan masyarakat Kulonprogo.
Sekda Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan, jika sudah beroperasi, tiga megaproyek itu akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di Kulonprogo. Pelabuhan perikanan diharapkan sudah beroperasi pada 2014, bandara pada 2016, sedangkan penambangan pasir besi dapat segera dilaksanakan setelah perizinannya lengkap.
“Investasi merupakan cara untuk menjadi kabupaten yang mandiri. Untuk memaksimalkannya agar bisa dinikmati masyarakat, harus dipersiapkan sumberdaya manusianya. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton saja, sehingga tidak bisa merasakan dampak pembangunan,” kata Budi di Kulonprogo, Selasa (30/10/2012).
Menurut dia, Kulonprogo sudah memiliki masterplan kawasan industri. Berproduksinya pig iron, akan memunculkan parbik baja yang dapat menjadi triger menuju kawasan ekonomi khusus (KEK). “Kami sudah siapkan lahan seluas 2.535 hektare untuk kawasan insdutri,” terang dia.
Lahan tersebut terbagi di tiga kecamatan. Antara lain Kecamatan Galur seluas 141,9 hektare, Lendah 1.269 hektare dan Sentolo seluas 1.123 hektare.
Staf gerai perijinan terpadu BKPM, Sunyoto mengatakan, pemkab harus menyiapkan SDM sebagai bentuk persiapan pemerintah menghadapi masuknya investasi ke Kulonprogo. Selain itu, pemkab juga harus membuat peraturan daerah yang pro investasi. “Harus ada kepastian hukum sebagai pedoman investor menanamkan modalnya di Kulonprogo,” kata dia.
Sekda Kulonprogo, Budi Wibowo mengatakan, jika sudah beroperasi, tiga megaproyek itu akan menarik investor untuk menanamkan modalnya di Kulonprogo. Pelabuhan perikanan diharapkan sudah beroperasi pada 2014, bandara pada 2016, sedangkan penambangan pasir besi dapat segera dilaksanakan setelah perizinannya lengkap.
“Investasi merupakan cara untuk menjadi kabupaten yang mandiri. Untuk memaksimalkannya agar bisa dinikmati masyarakat, harus dipersiapkan sumberdaya manusianya. Jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton saja, sehingga tidak bisa merasakan dampak pembangunan,” kata Budi di Kulonprogo, Selasa (30/10/2012).
Menurut dia, Kulonprogo sudah memiliki masterplan kawasan industri. Berproduksinya pig iron, akan memunculkan parbik baja yang dapat menjadi triger menuju kawasan ekonomi khusus (KEK). “Kami sudah siapkan lahan seluas 2.535 hektare untuk kawasan insdutri,” terang dia.
Lahan tersebut terbagi di tiga kecamatan. Antara lain Kecamatan Galur seluas 141,9 hektare, Lendah 1.269 hektare dan Sentolo seluas 1.123 hektare.
Staf gerai perijinan terpadu BKPM, Sunyoto mengatakan, pemkab harus menyiapkan SDM sebagai bentuk persiapan pemerintah menghadapi masuknya investasi ke Kulonprogo. Selain itu, pemkab juga harus membuat peraturan daerah yang pro investasi. “Harus ada kepastian hukum sebagai pedoman investor menanamkan modalnya di Kulonprogo,” kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :