September, pengangguran di Jepang 4,2%

Rabu, 31 Oktober 2012 - 10:54 WIB
September, pengangguran...
September, pengangguran di Jepang 4,2%
A A A
Sindonews.com - Kementerian Urusan Internal Jepang menyatakan, tingkat pengangguran negara tersebut pada September tetap di level 4,2 persen, sama dengan bulan sebelumnya. Angka tersebut juga sejalan dengan perkiraan rata-rata dari ekonom.

“Jumlah orang yang bekerja disesuaikan secara musiman naik 0,1 persen atau 60.000 orang menjadi 62,69 juta, sedangkan jumlah pengangguran naik 0,4 persen atau 10.000 orang menjadi 2,73 juta,” ujar kementerian dalam laporannya dilansir AFP, kemarin.

Sementara, jumlah pengangguran kaum pria turun tipis menjadi 4,4 persen dari sebelumnya 4,5 persen, sedangkan tingkat pengangguran perempuan naik menjadi 3,8 persen dari 3,7 persen.

Kantor berita Xinhua melaporkan, saat ini sejumlah proyek pembangunan Jepang dan sektor rekonstruksi lainnya yang terkait telah mendorong tumbuhnya lapangan pekerjaan. Salah satunya pembangunan kembali wilayah yang terkena bencana gempa dan tsunami Maret tahun lalu.

Namun, pemulihan pascabencana akibat ketidakpastian ekonomi global disertai penguatan yen yang membebani permintaan untuk produk-produk Jepang di luar negeri tengah mengalami perlambatan.

Data terpisah dari kementerian menunjukkan, anggaran belanja rumah tangga menyusut 0,9 persen pada September, setelah sempat menguat sebesar 1,8 persen pada Agustus lalu.

Pada saat yang sama negara dengan ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut berisiko terkontraksi pada semester II tahun ini akibat permasalahan sengketa kepulauan dengan China sehingga melemahkan ekspor. Untuk itu, Pemerintah Jepang pekan lalu mengumumkan dana stimulus baru sebesar 750 miliar yen (USD9,5 miliar) guna menopang pertumbuhan ekonominya.

Laporan Kementerian Keuangan Jepang pekan lalu menunjukkan, ekspor Negeri Sakura turun 10,3 persen pada September, di mana merupakan penurunan terbesar sejak bencana tahun lalu.

“Penjualan ritel juga naik kurang dari perkiraan pada bulan yang sama dengan berakhirnya subsidi pemerintah untuk pembelian mobil yang menghantam permintaan,” papar laporan tersebut.

Seperti diketahui pada Senin (29/10), produsen automotif Jepang Honda Motor Co telah memangkas perkiraan laba setahun penuh sebesar 20 persen akibat turunnya permintaan dari konsumen asal China. Sementara, produsen kamera terbesar dunia Canon Inc juga memotong perkiraan labanya untuk setahun penuh.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Resesi Seks Bikin Jepang...
Resesi Seks Bikin Jepang Lengser dari Peringkat Ketiga Ekonomi Terbesar Dunia
Berita Terkini
S&P Tahan RI Masih Investment...
S&P Tahan RI Masih Investment Grade, Fuad Bawazier Prediksi Ekonomi Bangkit 6 Bulan Lagi!
7 jam yang lalu
Transaksi Serba Digital,...
Transaksi Serba Digital, Pembelian Token Listrik Semakin Praktis
8 jam yang lalu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
8 jam yang lalu
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
9 jam yang lalu
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
9 jam yang lalu
Elnusa Petrofin Pastikan...
Elnusa Petrofin Pastikan Distribusi BBM di Sumatra Utara Kembali Normal
9 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved