Pemerintah dinilai kurang sosialisasikan redenominasi

Rabu, 31 Oktober 2012 - 15:08 WIB
Pemerintah dinilai kurang...
Pemerintah dinilai kurang sosialisasikan redenominasi
A A A
Sindonews.com - Ekonom Center for Information and Development Studies (CIDES) sekaligus Kepala Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) Umar Juoro menilai, pemerintah kurang melakukan sosialisasi terkait rencana penyederhanaan mata uang atau redenominasi.

"Soalisasinya masih kurang, kalau manfaat semua setuju, tapi dikhawatirkan akan berdampak seperti kenaikan harga," terang Umar pada acara Kongres Perbanas XVIII di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Umar mengakui, hingga saat ini masih banyak masyarakat dan para pemangku kepentingan yang belum memahami redenominasi. "Masih ada yang belum tahu," sambungnya

Senada dengan Umar, pengamat perbankan Aviliani juga menuturkan bahwa sosialisasi soal redenominasi sangat diperlukan sebelum peraturan redenominasi ini diberlakukan.

"Kalau disederhanakan kan lebih memudahkan, hanya memang seringkali yang ditakutkan dianggap bahwa redenominansi itu sanering. Nah, ini yang harus disosialisasikan," kata Aviliani.

Pihaknya menambahkan, redenominasi tidak akan membawa dampak yang sigfnifikan bagi industri perbankan. Pasalnya, redenominasi lebih berhubungan dengan uang tunai. "Justru perbankan itu tidak ada hubungannya dengan uang tunai, redenominasi itu kaitannya dengan uang tunai," simpul dia.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebelumnya menyatakan, rencana redenominasi sulit direalisasikan karena lokasi Indonesia yang sangat luas, dimana seluruh masyarakat harus mengetahui, memahami dan menggunakan dengan benar. Maka itu, dalam pembahasan yang masih berlangsung ini, poin sosialisasi menjadi sangat penting.

"Kita harus ingat, Indonesia luas dan mata uang rupiah itu digunakan di seluruhnya. Jadi, perlu sosialisasi," ujar Agus di kantornya, kemarin.

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilai tukarnya. Jadi akan tidak asing lagi nantinya, jika uang kertas Rp10.000 dapat ditemukan dalam bentuk logam dengan angka Rp10.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Ramai Diperbincangkan,...
Ramai Diperbincangkan, Apa itu Redenominasi Rupiah?
Redenominasi Rupiah:...
Redenominasi Rupiah: Perlukah Sekarang?
Lakukan Redenominasi...
Lakukan Redenominasi Saat Ini Bisa Jadi Bumerang buat Ekonomi
Redenominasi Rupiah,...
Redenominasi Rupiah, Akankah Wisata di Indonesia Kian Mahal?
Mengenal Apa Itu Redenominasi...
Mengenal Apa Itu Redenominasi Rupiah, Kelebihan dan Kekurangannya
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
36 menit yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
Pilih Tangkap Putin...
Pilih Tangkap Putin daripada Netanyahu, Uni Eropa Dinilai Munafik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved