Indonesia perlu waspadai dampak ekonomi badai Sandy
Rabu, 31 Oktober 2012 - 17:58 WIB
Indonesia perlu waspadai dampak ekonomi badai Sandy
A
A
A
Sindonews.com - Terkait bencana badai Sandy di Amerika Serikat (AS), yang juga mengguncang perekonomian Negara Paman Sam itu, Indonesia diminta harus waspada. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo usai menghadiri Kongres Perbanas XVIII.
"Ya kalau itu memang ada dampak kita mesti waspada. Kalau saya lihat Sandy itu, sebelum ada sandy saja di Amerika perlu mewaspadai kondisi ekonominya," jelas Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Namun Agus menambahkan, badai Sandy yang memperburuk perekonomian Amerika Serikat tidak akan berdampak signifikan pada Indonesia. Pasalnya, ekonomi Indonesia saat ini ditopang oleh konsumsi dalam negeri dan investasi. Penurunan ekspor ke Amerika Serikat tidak akan berpengaruh besar.
"Tapi kalau untuk Indonesia, kita memang mempunyai kekuatan ada di domestik dan investasi. Jadi, kita hanya perlu waspada," tambahnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini bencana badai raksasa Sandy menyerang kawasan pesisir timur AS yang padat penduduk hingga memaksa ratusan ribu orang mengungsi.
Eqecat, sebuah perusahaan yang bekerja untuk modeling bencana, memperkirakan kerusakan akibat badai Sandy mencapai USD10-20 miliar dan kerugian perusahaan asuransi diperkirakan meningkat dari USD5 miliar menjadi USD10 miliar.
"Ya kalau itu memang ada dampak kita mesti waspada. Kalau saya lihat Sandy itu, sebelum ada sandy saja di Amerika perlu mewaspadai kondisi ekonominya," jelas Menteri Keuangan Agus Martowardojo di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Namun Agus menambahkan, badai Sandy yang memperburuk perekonomian Amerika Serikat tidak akan berdampak signifikan pada Indonesia. Pasalnya, ekonomi Indonesia saat ini ditopang oleh konsumsi dalam negeri dan investasi. Penurunan ekspor ke Amerika Serikat tidak akan berpengaruh besar.
"Tapi kalau untuk Indonesia, kita memang mempunyai kekuatan ada di domestik dan investasi. Jadi, kita hanya perlu waspada," tambahnya.
Seperti diketahui, baru-baru ini bencana badai raksasa Sandy menyerang kawasan pesisir timur AS yang padat penduduk hingga memaksa ratusan ribu orang mengungsi.
Eqecat, sebuah perusahaan yang bekerja untuk modeling bencana, memperkirakan kerusakan akibat badai Sandy mencapai USD10-20 miliar dan kerugian perusahaan asuransi diperkirakan meningkat dari USD5 miliar menjadi USD10 miliar.
(rna)
Lihat Juga :