Dahlan Iskan diduga 'dalangi' 2 kasus besar PLN?

Rabu, 31 Oktober 2012 - 21:08 WIB
Dahlan Iskan diduga...
Dahlan Iskan diduga 'dalangi' 2 kasus besar PLN?
A A A
Sindonews.com - Indonesian Audit Watch (IAW) mendesak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menjelaskan kerugian negara melalui PT PLN (Persero) sebesar Rp37,6 triliun saat dirinya menjabat Direktur Utama PT PLN.

"Indonesian Audit Watch (IAW) mendesak agar Dahlan Iskan menjelaskan pemborosan yang terjadi pada 2009-2010 di PLN dan Kementerian BUMN. Selain pemborosan Rp37 triliun tersebut, sesuai audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), IAW juga mencatat dua kasus besar lainnya yang menimpa Dahlan," ujar Ketua Pendiri Indonesia Audit Watch (IAW) Junisab Akbar dalam keterangan persnya, Rabu (31/10/2012).

Menurutnya, Dahlan dinilai bertanggungjawab atas proyek pemasangan dua kabel sepanjang 5 km dengan kapasitas masing-masing 100 megawatt (mw), guna menyuplai kebutuhan listrik di Bali dengan nilai proyek mencapai Rp451 miliar.

"Dahlan juga diduga terlibat dalam proyek jaringan transmisi PLN dari Jatim ke Bali yang dimenangkan oleh konsorsium bersama koleganya yang, bekerjasama dengan dua perusahaan China menggunakan dana APBN. Namun, saat ini proyek tersebut terlantar karena kontraktor asal China kabur meninggalkan kontraknya," katanya.

Berkenaan dengan kasus yang berpotensi merugikan negara tersebut, IAW menyarankan agar DPR segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) guna menelisik kinerja Menteri BUMN. Sebab kinerja Dahlan Iskan sejak awal dikategorikan bermasalah.

"Mulai dari keluarnya SK-SK bermasalah Menteri BUMN, merombak jajaran Direksi PT Pertamina, memecat Dirut PT Merpati Nusantara Airlines tanpa dasar hukum yang jelas. Hingga mengangkat sahabatnya menjadi Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI) tanpa persetujuan DPR," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
29 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
49 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved