Tak berani ungkap nama, Dahlan ungkap kronologis

Rabu, 31 Oktober 2012 - 21:36 WIB
Tak berani ungkap nama,...
Tak berani ungkap nama, Dahlan ungkap kronologis
A A A
Sindonews.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan kebobrokan oknum anggota DPR melalui sebuah cerita kronologis tanpa berani mengungkap siapa oknum pemeras BUMN.

Dahlan bercerita, tidak hanya di Jakarta anggota DPR juga meminta upeti kepada BUMN. Ketika berada di luar negeri pun dia masih sempat meminta dan menanyakan upeti.

"Ada yang telepon sampai 20 kali. Ada juga yang di luar negeri sempet-sempetnya nanya uangnya udah ditransfer atau belum, kok tidak cair-cair?" ujar Dahlan di Jakarta, Rabu (31/10/2012).

Permintaan upeti tersebut disebut-sebut untuk melancarkan pengesahan PMN (Penyertaan Modal Negara) untuk BUMN yang membutuhkan PMN. "Orang yang datang itu mengaku disuruh dan diwakili teman-temannya," tutur Dahlan.

Singkat cerita, Dahlan menyebutkan pernah ada pertemuan antara direktur-direktur BUMN dan para oknum anggota DPR di hotel dekat Senayan. "Tadinya dirutnya tidak mau menemui sendirian akhirnya menemui dengan dirut-dirut lain dengan harapan DPR tidak minta, tapi tetap saja minta juga," ungkap Dahlan.

Namun pada saat lobi-lobi, direktur-direktur ada yang merasa takut untuk memberikan upeti. Mendengar itu, oknum DPR malah mengajari untuk melakukan kongkalikong dengan nekatnya DPR sampai seperti itu. "BUMN di bidang pangan untuk pencairan PMN. Yang telfon dari luar negeri ya itu oknum anggota dewan," pungkas Dahlan.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Srikandi BUMN Hadirkan...
Srikandi BUMN Hadirkan Lingkungan Kerja yang Inklusif
Kekecewaan Jokowi pada...
Kekecewaan Jokowi pada Sejumlah BUMN Sakit, Direspons DPP Pekat IB dengan Aduan ke KPK
Diskusi Mencari Sosok...
Diskusi Mencari Sosok yang Tepat Membangkitkan BUMN
Garuda Indonesia Raih...
Garuda Indonesia Raih Lima Penghargaan Terbaik Pada Ajang BUMN Branding and Marketing Award 2020
BUMN Dipangkas Jadi...
BUMN Dipangkas Jadi 30, Ini Perusahaan yang Bakal Dimerger
Erick Thohir Bakal Tutup...
Erick Thohir Bakal Tutup 7 Perusahaan BUMN yang Tak Beroperasi
Berita Terkini
Tokenisasi Saham AI...
Tokenisasi Saham AI Diminati Investor, Bittime Catat Kepemilikan Naik 106%
4 jam yang lalu
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
4 jam yang lalu
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
4 jam yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
4 jam yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
5 jam yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
5 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved