Dahlan klarifikasi inisial BS bukan Bambang Soesatyo
Rabu, 31 Oktober 2012 - 22:07 WIB
Dahlan klarifikasi inisial BS bukan Bambang Soesatyo
A
A
A
Sindonews.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan sekali lagi membantah bahwa SMS inisial anggota DPR yang memeras BUMN berasal dari pihaknya. Bahkan terhadap beberapa anggota DPR yang memiliki inisial serupa, Dahlan meminta maaf.
"SMS itu saya tidak tahu datangnya dari mana. Yang jelas itu bukan dari saya. Banyak yang menghubungi saya karena kebetulan inisialnya masuk di daftar dalam SMS itu," ujar Dahlan di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Di tempat terpisah, Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo mengaku mendapat klarifikasi langsung dari Dahlan Iskan bahwa inisial BS yang tertera di SMS tersebut bukanlah inisialnya.
"Saya barusan mendapat BBM (BlackBerry Messanger) dari Dahlan Iskan yg mengklarifikasi bahwa nama-nama yang ada di kantungnya tidak terkait sama sekali dengan saya. Jadi, soal inisial BS yang beredar itu dia tidak tahu siapa yang menyebarkannya. Yang pasti katanya, tidak terkait dengan Bambang Soesatyo," ungkap Bambang kepada Sindonews, Rabu (31/10/2012)
Berikut BBM lengkapnya klarifikasi dari Dahlan Iskan: "Sy sama sekali tidak pernah menyebut nama Anda, dan rasanya memang tidak ada kaitan apa pun dg Anda. Sy juga tidak tahu dari mana asal usulnya inisial2 itu. Boleh diperiksa semua pernyataan saya tidak ada yg terkait dg Anda. Dari saya clear ya. Suwun." (Dahlan Iskan).
Sebelumnya, Bambang Soesatyo mengaku sangat menyesal dengan beredarnya SMS inisial anggota DPR pemeras BUMN tersebut, dia meminta Kementerian BUMN harus buka seterang-terangnya agar tidak menimbulkan fitnah.
"Kita kasih waktu 2x24 pada Humas Kementerian BUMN. Jika benar mereka yang umumkan inisial-inisial harus dibuka seterang-terangnya. Jika tidak akan kita laporkan ke polisi karena menebar fitnah," pungkasnya melalui BlackBerry Messenger (BBM) kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Di Golkar sendiri, lanjut Bambang, yang berinisial BS ada beberapa nama. Di antaranya dirinya (Bambang Soesatyo), Budi Supriyanto, Bambang Sutrisno dan beberapa nama lagi.
"Jadi, harus diklarifikasi dan diperjelas kepanjangan nama-nama itu sehingga tidak merugikan pihak-pihak yang kebetulan mirip dengan inisial tersebut," tegas Wakil Bendahara Umum Partai Golkar ini.
"SMS itu saya tidak tahu datangnya dari mana. Yang jelas itu bukan dari saya. Banyak yang menghubungi saya karena kebetulan inisialnya masuk di daftar dalam SMS itu," ujar Dahlan di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Di tempat terpisah, Anggota DPR dari Fraksi Golkar, Bambang Soesatyo mengaku mendapat klarifikasi langsung dari Dahlan Iskan bahwa inisial BS yang tertera di SMS tersebut bukanlah inisialnya.
"Saya barusan mendapat BBM (BlackBerry Messanger) dari Dahlan Iskan yg mengklarifikasi bahwa nama-nama yang ada di kantungnya tidak terkait sama sekali dengan saya. Jadi, soal inisial BS yang beredar itu dia tidak tahu siapa yang menyebarkannya. Yang pasti katanya, tidak terkait dengan Bambang Soesatyo," ungkap Bambang kepada Sindonews, Rabu (31/10/2012)
Berikut BBM lengkapnya klarifikasi dari Dahlan Iskan: "Sy sama sekali tidak pernah menyebut nama Anda, dan rasanya memang tidak ada kaitan apa pun dg Anda. Sy juga tidak tahu dari mana asal usulnya inisial2 itu. Boleh diperiksa semua pernyataan saya tidak ada yg terkait dg Anda. Dari saya clear ya. Suwun." (Dahlan Iskan).
Sebelumnya, Bambang Soesatyo mengaku sangat menyesal dengan beredarnya SMS inisial anggota DPR pemeras BUMN tersebut, dia meminta Kementerian BUMN harus buka seterang-terangnya agar tidak menimbulkan fitnah.
"Kita kasih waktu 2x24 pada Humas Kementerian BUMN. Jika benar mereka yang umumkan inisial-inisial harus dibuka seterang-terangnya. Jika tidak akan kita laporkan ke polisi karena menebar fitnah," pungkasnya melalui BlackBerry Messenger (BBM) kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Di Golkar sendiri, lanjut Bambang, yang berinisial BS ada beberapa nama. Di antaranya dirinya (Bambang Soesatyo), Budi Supriyanto, Bambang Sutrisno dan beberapa nama lagi.
"Jadi, harus diklarifikasi dan diperjelas kepanjangan nama-nama itu sehingga tidak merugikan pihak-pihak yang kebetulan mirip dengan inisial tersebut," tegas Wakil Bendahara Umum Partai Golkar ini.
(gpr)
Lihat Juga :