Lippo Cikarang bukukan kenaikan laba bersih 94%
Kamis, 01 November 2012 - 11:47 WIB
Lippo Cikarang bukukan kenaikan laba bersih 94%
A
A
A
Sindonews.com - PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) pada akhir September tahun ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasi naik 93,5 persen menjadi Rp286,46 miliar dari Rp148,03 miliar pada kuartal III tahun lalu.
Presiden Direktur LPCK Meow Chong Loh mengatakan, naiknya laba bersih perusahaan didorong naiknya pendapatan usaha menjadi Rp744,99 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp611,24 miliar. "Artinya, perusahaan mampu membukukan pendapatan usaha naik 21,88 persen," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Naiknya pendapatan seiring naiknya beban pokok penjualan sebesar Rp370,30 miliar dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp369,96 miliar. Adapun marketing sales sepanjang sembilan bulan tahun ini tercatat sebesar Rp1,5 triliun, yang berasal dari tiga divisi bisnisnya.
Divisi industri memberi kontribusi sebesar Rp1,013 triliun atau sekitar 67,36 persen, divisi residensial Rp403,2 miliar atau sekitar 26,81 persen dan divisi komersial sebesar Rp87,6 miliar atau sekitar 5,83 persen.
Dia menejelaskan, kontribusi terbesar berasal dari divisi industri, yang meningkat sebesar 80,63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp560,8 miliar. Sementara itu, permintaan lahan industri makin tinggi mulai semester dua tahun 2010 dan momentumnya terus berlanjut pada kuartal III tahun 2012.
Presiden Direktur LPCK Meow Chong Loh mengatakan, naiknya laba bersih perusahaan didorong naiknya pendapatan usaha menjadi Rp744,99 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp611,24 miliar. "Artinya, perusahaan mampu membukukan pendapatan usaha naik 21,88 persen," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Naiknya pendapatan seiring naiknya beban pokok penjualan sebesar Rp370,30 miliar dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp369,96 miliar. Adapun marketing sales sepanjang sembilan bulan tahun ini tercatat sebesar Rp1,5 triliun, yang berasal dari tiga divisi bisnisnya.
Divisi industri memberi kontribusi sebesar Rp1,013 triliun atau sekitar 67,36 persen, divisi residensial Rp403,2 miliar atau sekitar 26,81 persen dan divisi komersial sebesar Rp87,6 miliar atau sekitar 5,83 persen.
Dia menejelaskan, kontribusi terbesar berasal dari divisi industri, yang meningkat sebesar 80,63 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp560,8 miliar. Sementara itu, permintaan lahan industri makin tinggi mulai semester dua tahun 2010 dan momentumnya terus berlanjut pada kuartal III tahun 2012.
(rna)
Lihat Juga :