Anggota Komisi III DPR merasa dirugikan
Kamis, 01 November 2012 - 12:13 WIB
Anggota Komisi III DPR merasa dirugikan
A
A
A
Sindonews.com - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) merasa gerah dengan beredarnya Short Mesaage Service (SMS) yang memuat inisial orang-orang yang diduga telah memeras perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
SMS itu beredar beberapa saat setelah Menteri BUMN Dahlan Iskan mengadu ke Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam soal adanya anggota DPR yang minta jatah ke perusahaan BUMN.
Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengaku sangat risau dengan SMS gelap itu karena menyebutkan inisial EV. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini merasa dirugikan karena EV itu bukan dirinya.
"Saya pribadi (dan beberapa kawan yang namanya mirip inisial) merasa dirugikan baik material maupun imateral," ujar Eva melalui pesan singkatnya, Kamis (1/11/2012).
Menurutnya, SMS gelap tersebut sangat mengganggu tugas kedewanan sehari-hari. Penyebaran inisial juga menjatuhkan kredibilitas pribadi para politikus yang memiliki nama sama. Oleh karena itu, SMS itu harus segera dilawan.
Untuk menghentikan serangan gelap terhadap para politikus itu maka Dahlan Iskan harus berani menunjukkan siapa anggota DPR yang melakukan pemerasan.
"Saya menolak tuduhan sebagai pemeras BUMN. Apalagi Komisi III tidak berpartner dengan BUMN, saya juga menuntut Menteri BUMN untuk membuka nama para pemeras BUMN," desaknya.
Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong Menteri untuk melaporkan ke Badan Kehormatan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingat pemerasan tersebut bisa dikategorikan korupsi (memenuhi unsur memperkaya diri) oleh pejabat negara.
"Saya amat berharap ke depan kejadian politisasi dugaan kasus-kasus pidana yang hanya berdampak sensasi tidak terulang kembali. Kita harus membangun suasana politik yang akuntabel, bermartabat dan dewasa," pungkasnya.
SMS itu beredar beberapa saat setelah Menteri BUMN Dahlan Iskan mengadu ke Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam soal adanya anggota DPR yang minta jatah ke perusahaan BUMN.
Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Eva Kusuma Sundari mengaku sangat risau dengan SMS gelap itu karena menyebutkan inisial EV. Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini merasa dirugikan karena EV itu bukan dirinya.
"Saya pribadi (dan beberapa kawan yang namanya mirip inisial) merasa dirugikan baik material maupun imateral," ujar Eva melalui pesan singkatnya, Kamis (1/11/2012).
Menurutnya, SMS gelap tersebut sangat mengganggu tugas kedewanan sehari-hari. Penyebaran inisial juga menjatuhkan kredibilitas pribadi para politikus yang memiliki nama sama. Oleh karena itu, SMS itu harus segera dilawan.
Untuk menghentikan serangan gelap terhadap para politikus itu maka Dahlan Iskan harus berani menunjukkan siapa anggota DPR yang melakukan pemerasan.
"Saya menolak tuduhan sebagai pemeras BUMN. Apalagi Komisi III tidak berpartner dengan BUMN, saya juga menuntut Menteri BUMN untuk membuka nama para pemeras BUMN," desaknya.
Tak hanya itu, pihaknya juga mendorong Menteri untuk melaporkan ke Badan Kehormatan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingat pemerasan tersebut bisa dikategorikan korupsi (memenuhi unsur memperkaya diri) oleh pejabat negara.
"Saya amat berharap ke depan kejadian politisasi dugaan kasus-kasus pidana yang hanya berdampak sensasi tidak terulang kembali. Kita harus membangun suasana politik yang akuntabel, bermartabat dan dewasa," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :