Laba bersih Adaro turun jadi USD346 juta
Kamis, 01 November 2012 - 13:30 WIB
Laba bersih Adaro turun jadi USD346 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) selama sembilan bulan pertama tahun ini mencatat penurunan laba bersih sebesar 7,9 persen menjadi USD346,5 juta dari USD376 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Pendapatan perseroan hingga akhir September tahun ini menurun 5,8 persen menjadi USD2,76 miliar dari USD2,93 miliar pada akhir September 2011. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, turunnya laba bersih dana pendapatan perseroan pada kuartal III tahun ini dipicu menurunnya volume penjualan dan naiknya biaya di tengah kondisi ekonomi dunia yang belum menentu.
"Kondisi pasar sampai saaat ini masih sulit, tetapi dengan tetap fokus pada keunggulan operasional dan bisnis model yang rendah biaya memungkinkan kami tetap memperoleh keuntungan," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Volume produksi dan penjualan perseroan sepanjang sembilan bulan tahun ini menurun masing-masing 4 persen dan 9,5 persen menjadi 33,87 juta ton dan 34,68 juta ton. Adapun, target produksi batu bara perseroan sebanyak 48-51 juta ton.
Sementara rata-rata penjualan batu bara hingga akhir September tahun ini meningkat 3,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, namun menurun 2,7 persen jika dibanding semester I tahun ini.
Adapun kontribusi pendapatan yang berasal dari divisi pertambangan dan perdagangan batu bara sebesar 92 persen. Seluruh pendapatan berasal dari Adaro Indonesia dan sisanya dari divisi perdagangan, yakni Coaltrade Services International Pte Ltd.
Namun, pendapatan usaha bersih dari pertambangan dan perdagangan menurun 6,7 persen menjadi USD2,5 miliar dari USD2,7 miliar karena menurunnya volume penjualan.
Sedangkan, kontribusi jasa pertambangan meningkat 16,4 persen menjadi USd163,2 juta karena besarnya volume pemindahan lapisan penutup dan volume batu bara yang dihasilan bagi pihak ketiga. Divisi logistik memberi kontribusi sekitar USD57,3 juta atau menurun 16,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan perseroan hingga akhir September tahun ini menurun 5,8 persen menjadi USD2,76 miliar dari USD2,93 miliar pada akhir September 2011. Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, turunnya laba bersih dana pendapatan perseroan pada kuartal III tahun ini dipicu menurunnya volume penjualan dan naiknya biaya di tengah kondisi ekonomi dunia yang belum menentu.
"Kondisi pasar sampai saaat ini masih sulit, tetapi dengan tetap fokus pada keunggulan operasional dan bisnis model yang rendah biaya memungkinkan kami tetap memperoleh keuntungan," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Volume produksi dan penjualan perseroan sepanjang sembilan bulan tahun ini menurun masing-masing 4 persen dan 9,5 persen menjadi 33,87 juta ton dan 34,68 juta ton. Adapun, target produksi batu bara perseroan sebanyak 48-51 juta ton.
Sementara rata-rata penjualan batu bara hingga akhir September tahun ini meningkat 3,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, namun menurun 2,7 persen jika dibanding semester I tahun ini.
Adapun kontribusi pendapatan yang berasal dari divisi pertambangan dan perdagangan batu bara sebesar 92 persen. Seluruh pendapatan berasal dari Adaro Indonesia dan sisanya dari divisi perdagangan, yakni Coaltrade Services International Pte Ltd.
Namun, pendapatan usaha bersih dari pertambangan dan perdagangan menurun 6,7 persen menjadi USD2,5 miliar dari USD2,7 miliar karena menurunnya volume penjualan.
Sedangkan, kontribusi jasa pertambangan meningkat 16,4 persen menjadi USd163,2 juta karena besarnya volume pemindahan lapisan penutup dan volume batu bara yang dihasilan bagi pihak ketiga. Divisi logistik memberi kontribusi sekitar USD57,3 juta atau menurun 16,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
(rna)
Lihat Juga :