Turunkan inflasi inti, tunggu kebijakan BI
Kamis, 01 November 2012 - 14:20 WIB
Turunkan inflasi inti, tunggu kebijakan BI
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menilai, pengendalian dari inflasi komponen inti sangat bergantung pada kebijakan dari Bank Indonesia (BI), seperti misalnya nilai tukar rupiah (NTR) ataupun suku bunga.
"Jadi sebenarnya itu tergantung dari kebijaakn yang dikeluarkan BI khsususnya," kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Diketahui, inflasi komponen inti yang saat ini sudah hampir menyamai inflasi umum merupakan tanda bahaya. Inflasi bulan Oktober 2012 adalah sebesar 0,16 persen. Secara tahun kalender, tercatat sebesar 3,66 persen dan year on year (yoy) 4,61 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti tercatat 0,33 persen dan secara yoy sebesar 4,59 persen
Menurutnya, ini jadi pertanda bahaya, jika benar komponen inti dapat melampui inflasi umum. "Jadi kondisi saat ini seperti warning, apakah bulan November terjadi penurunan, saya juga tidak tahu, tapi BI sudah melakukan upaya," jelas Suryamin.
Terkait ini, dia meminta agar BI dapat membantu mengendalikannya. "Akibat dari perubahan umum, bisa dikendalikan oleh BI. Nilai tukar rupiah dan suku bunga," jelasnya.
Sedangkan dari sisi pemerintah untuk menangani inflasi umum, dia menilai, sudah baik. "Kalau pemerintah itu BBM, cukai bisa diatur," imbuh dia.
"Jadi sebenarnya itu tergantung dari kebijaakn yang dikeluarkan BI khsususnya," kata Suryamin di kantornya, Jakarta, Kamis (1/11/2012).
Diketahui, inflasi komponen inti yang saat ini sudah hampir menyamai inflasi umum merupakan tanda bahaya. Inflasi bulan Oktober 2012 adalah sebesar 0,16 persen. Secara tahun kalender, tercatat sebesar 3,66 persen dan year on year (yoy) 4,61 persen. Sementara itu, inflasi komponen inti tercatat 0,33 persen dan secara yoy sebesar 4,59 persen
Menurutnya, ini jadi pertanda bahaya, jika benar komponen inti dapat melampui inflasi umum. "Jadi kondisi saat ini seperti warning, apakah bulan November terjadi penurunan, saya juga tidak tahu, tapi BI sudah melakukan upaya," jelas Suryamin.
Terkait ini, dia meminta agar BI dapat membantu mengendalikannya. "Akibat dari perubahan umum, bisa dikendalikan oleh BI. Nilai tukar rupiah dan suku bunga," jelasnya.
Sedangkan dari sisi pemerintah untuk menangani inflasi umum, dia menilai, sudah baik. "Kalau pemerintah itu BBM, cukai bisa diatur," imbuh dia.
(rna)
Lihat Juga :