Jam perdagangan Bursa dimajukan
Jum'at, 02 November 2012 - 09:41 WIB
Jam perdagangan Bursa dimajukan
A
A
A
Sindonews.com – Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akhirnya menyetujui rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) memajukan 30 menit jam perdagangan.
Saat ini, perdagangan sesi pertama dibuka pada 09.30, adapun jam perdagangan baru menjadi pukul 09.00. Majunya jadwal perdagangan diimplementasikan pada pertengahan Desember 2012 dan grand launching pada awal Januari 2013.
Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Yunita Linda Sari mengakui, Ketua Bapepam-LK telah menandatangani revisi peraturan BEI No: II-A tentang Transaksi Perdagangan Efek. “Sudah ditandatangani Ketua,” ujarnya melalui pesan pendek, kemarin.
Direktur Perdagangan BEI, Samsul Hidayat menambahkan, bursa akan menyosialisasikan hal itu kepada semua stakeholders pasar modal seperti anggota bursa dan perbankan. Selain itu, melakukan uji coba perdagangan melalui sistem yang ada.
Diharapkan, awal Desember semua stakeholders sudah tersosialisasi rencana tersebut serta tidak ada masalah di sistem. Jika berjalan sesuai rencana, realisasi perubahan jam bursa bisa dilakukan pada pertengahan Desember.
Sedangkan, grand launching pada awal perdagangan 2013. “Kalau ternyata belum siap, bisa diundur.Tapi,kami yakin bisa direalisasikan pada pertengahan Desember ini,” ucapnya.
Samsul menjelaskan, pada jam perdagangan baru, sesi 1 pre-opening berlangsung dari pukul 08.45 hingga 08.55 dan pasar secara resmi dibuka pukul 09.00. Pada sesi 2, pasar dibuka pada pukul 13.30–15.50 dan tidak ada pembentukan harga closing.
Pre-closing dilakukan pada pukul 15.55–16.00. Saat ini order dikumpulkan tanpa macthing trading. Mulai pukul 16.00–16.05 data closing didistribusi ke anggota bursa dan publik. Selanjutnya, pada pukul 16.05–16.15 merupakan post-trading, khususnya pada closing price. Pre-closing dan post-closing diberlakukan untuk menghindari manipulasi pasar dan meningkatkan likuiditas.
Adapun pelaksanaan pre-closing dan post-closing telah dilakukan di banyak negara. Salah satu bursa saham regional yang telah menggunakannya, yaitu bursa saham Hong Kong.
Samsul berharap, perubahan jadwal perdagangan tersebut bisa meningkatkan perdagangan di luar Jakarta. Apalagi, saat ini hampir 90 persen perdagangan dilakukan di Jakarta dan sekitarnya.
Hanya, dia mengaku belum bisa menargetkan berapa besar pertambahan transaksi yang dilakukan di luar Jakarta pascaperubahan jam perdagangan.
Menanggapi itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja, mengaku optimistis realisasi perubahan jam perdagangan bisa direalisasikan pada pertengahan Desember. Pasalnya, sejak beberapa bulan lalu otoritas bursa telah menyosialisasikan rencana tersebut.
Saat ini, perdagangan sesi pertama dibuka pada 09.30, adapun jam perdagangan baru menjadi pukul 09.00. Majunya jadwal perdagangan diimplementasikan pada pertengahan Desember 2012 dan grand launching pada awal Januari 2013.
Kepala Biro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK Yunita Linda Sari mengakui, Ketua Bapepam-LK telah menandatangani revisi peraturan BEI No: II-A tentang Transaksi Perdagangan Efek. “Sudah ditandatangani Ketua,” ujarnya melalui pesan pendek, kemarin.
Direktur Perdagangan BEI, Samsul Hidayat menambahkan, bursa akan menyosialisasikan hal itu kepada semua stakeholders pasar modal seperti anggota bursa dan perbankan. Selain itu, melakukan uji coba perdagangan melalui sistem yang ada.
Diharapkan, awal Desember semua stakeholders sudah tersosialisasi rencana tersebut serta tidak ada masalah di sistem. Jika berjalan sesuai rencana, realisasi perubahan jam bursa bisa dilakukan pada pertengahan Desember.
Sedangkan, grand launching pada awal perdagangan 2013. “Kalau ternyata belum siap, bisa diundur.Tapi,kami yakin bisa direalisasikan pada pertengahan Desember ini,” ucapnya.
Samsul menjelaskan, pada jam perdagangan baru, sesi 1 pre-opening berlangsung dari pukul 08.45 hingga 08.55 dan pasar secara resmi dibuka pukul 09.00. Pada sesi 2, pasar dibuka pada pukul 13.30–15.50 dan tidak ada pembentukan harga closing.
Pre-closing dilakukan pada pukul 15.55–16.00. Saat ini order dikumpulkan tanpa macthing trading. Mulai pukul 16.00–16.05 data closing didistribusi ke anggota bursa dan publik. Selanjutnya, pada pukul 16.05–16.15 merupakan post-trading, khususnya pada closing price. Pre-closing dan post-closing diberlakukan untuk menghindari manipulasi pasar dan meningkatkan likuiditas.
Adapun pelaksanaan pre-closing dan post-closing telah dilakukan di banyak negara. Salah satu bursa saham regional yang telah menggunakannya, yaitu bursa saham Hong Kong.
Samsul berharap, perubahan jadwal perdagangan tersebut bisa meningkatkan perdagangan di luar Jakarta. Apalagi, saat ini hampir 90 persen perdagangan dilakukan di Jakarta dan sekitarnya.
Hanya, dia mengaku belum bisa menargetkan berapa besar pertambahan transaksi yang dilakukan di luar Jakarta pascaperubahan jam perdagangan.
Menanggapi itu, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Lily Widjaja, mengaku optimistis realisasi perubahan jam perdagangan bisa direalisasikan pada pertengahan Desember. Pasalnya, sejak beberapa bulan lalu otoritas bursa telah menyosialisasikan rencana tersebut.
(rna)
Lihat Juga :