Redam mutiara impor, Pemerintah siapkan regulasi

Jum'at, 02 November 2012 - 12:57 WIB
Redam mutiara impor,...
Redam mutiara impor, Pemerintah siapkan regulasi
A A A
Sindonews.com - Saat ini, produk mutiara Indonesia sedang terdesak oleh mutiara impor asal Australia dan China yang harganya lebih murah.

Dalam rangka melindungi mutiara Indonesia dari serbuan mutiara impor, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mengatur dan mengendalikan mutu mutiara impor yang masuk ke Indonesia.

“Regulasi ini kita siapkan untuk meredam laju masuknya mutiara asal China yang kualitasnya tergolong rendah dibandingkan dengan Mutiara laut selatan yang berasal dari kawasan perairan Indonesia,” terang Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, (2/11/2012).

Peraturan Menteri tentang pengendalian mutu tersebut akan menyeleksi mutiara impor dengan ketentuan standar grade 1 sampai 3. Sharif berjanji peraturan tersebut akan segera selesai pada akhir tahun ini. “Kita targetkan akhir tahun ini Peraturan Menteri tersebut rampung,” sambungnya.

Selain itu, KKP juga mendorong para pelaku usaha mutiara untuk mengadopsi Standar Nasional Indonesia (SNI). Pasalnya, mutiara yang telah mengantongi SNI bisa dijual dengan harga lebih tinggi dan mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Budidaya Mutiara (Asbumi) Anthony Tanios mengaku optimis ekspor Mutiara Indonesia tetap tinggi karena tertolong oleh naiknya permintaan mutiara dari negara-negara Asia seperti India dan China.

"Selama ini mutiara laut selatan kita ekspor ke Hong Kong, Jepang dan Eropa. Hong Kong dulu baru ke Amerika. Namun dengan stabilnya perekonomian Asia, maka permintaan mutiara untuk kawasan Asia meningkat secara signifikan yang kami jual ke China dan India," tuturnya pada kesempatan yang sama.

Seperti diketahui, bisnis mutiara memiliki potensi sangat besar. Berdasarkan data UN Comtrade 2012, nilai perdagangan mutiara Indonesia di dunia pada tahun 2011 mencapai USD31,8 juta.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
35 menit yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
1 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
3 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
3 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
4 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved