Pemerintah ngaku kesulitan atur e-commerce

Sabtu, 03 November 2012 - 17:17 WIB
Pemerintah ngaku kesulitan...
Pemerintah ngaku kesulitan atur e-commerce
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan yang saat ini tengah menggodok rencana pengaturan e-commerce mengaku sangat kesulitan. Terdapat banyak faktor pertimbangan yang mempersulit penyusunan aturan e-commerce.

"Sungguh saya harus mengatakan bahwa mencoba melakukan regulasi mengelola e-commerce itu tidak mudah," tutur Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jumat (2/11/2012) malam.

Perdagangan berbasis internet yang sangat bebas dan sangat terbuka, menurut Bayu, sangat susah dikendalikan. "Esensi dari internet based itu sangat bebas, sangat terbuka, bisa diakses dari mana saja oleh siapa saja dan sebagainya," jelasnya.

Dia menambahkan, e-commerce harus diregulasi meski sulit. Semakin besar dan luasnya transaksi e-commerce tentu membutuhkan aturan yang pasti agar tidak merugikan para pelaku-pelakunya. Oleh karena itu, pihaknya akan mempertimbangkan dengan seksama dari berbagai sisi dalam menyusun regulasi mengenai e-commerce.

"Sekarang kalau kita lihat yang dikomersialkan itu sangat banyak mulai dari kosmetik, pakaian, bahkan sampai umroh dan haji, jadi sangat luas. Kita ingin hati-hati dalam hal ini, tidak gegabah, jadi masih dalam proses," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ramaikan Pasar e-commerce,...
Ramaikan Pasar e-commerce, Market America Worldwide | SHOP.COM Resmi Masuk Indonesia
Waspada, Social Commerce...
Waspada, Social Commerce Bakal Digerus AI Commerce
Ipsos 2025 Membedah:...
Ipsos 2025 Membedah: Bagaimana UMKM dan Brand Lokal Berjuang di Arena E-Commerce?
ABC Berdayakan Para...
ABC Berdayakan Para Ibu Melalui Social Commerce
Ganjar Pranowo Komentari...
Ganjar Pranowo Komentari Social Commerce TikTok Shop, Apa Bedanya dengan Ecommerce?
Terkuak, Ini E-Commerce...
Terkuak, Ini E-Commerce No.1 Pilihan Penjual dan Pembeli
Berita Terkini
Said Iqbal Berhasil...
Said Iqbal Berhasil Bertemu Purbaya: Sodorkan Draf Reformasi Pajak JHT, Buruh Batal Demo Besok
30 menit yang lalu
Maskapai Wajib Pakai...
Maskapai Wajib Pakai Avtur Campuran Minyak Nabati 1% Mulai 2027, Apa Efeknya ke Harga Tiket?
1 jam yang lalu
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
2 jam yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
2 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
4 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
4 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Baru Suriah...
Pemerintah Baru Suriah Bakal Tuntut Iran Rp4.870 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved