Produksi minyak 1 juta bph dipertahankan hingga 2025
Senin, 05 November 2012 - 11:03 WIB
Produksi minyak 1 juta bph dipertahankan hingga 2025
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah tengah menargetkan produksi minyak mentah mencapai 1 juta barel per hari (bph) pada tahun 2014. Jumlah tersebut akan dipertahankan hingga tahun 2025. Salah satu caranya dengan menggunakan metode enchaced oil recovery/EOR (perolehan minyak tahap lanjut).
"Angka 1 juta barel per hari pada 2014. Itu harus dipertahankan sampai tahun 2025," ujar Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita H Legowo di Graha Bima Sena, Jakarta, (5/11/2012).
Sayangnya, kata Evita, upaya pencapai target produksi tersebut masih terganjal berbagai tantangan di lapangan seperti, semakin sedikitnya cadangan minyak nasional ditambah sulitnya memperoleh sumur minyak baru terus menjadi tantangan terbesar dalam mememenuhi kebutuhan energi.
"Untuk itu diperlukan peningkatan efisiensi dalam proses eksploitasi minyak dan gas," tambahnya.
Dia menyebutkan, salah satu upaya yang tengah dikaji pemerintah guna mencapai target produksi tersebut adalah dengan melakukan metode EOR. EOR sendiri merupakan upaya untuk memperoleh minyak yang masih tersisa setelah primary recovery yang mengandalkan energi alami dan teknik-teknik yang menggunakan injeksi gas atau air.
"EOR merupakan salah satu upaya untuk meningkat produksi untuk lapangan yang major (lapangan minyak tua), itu salah satu upaya. Itu untuk meningkatkan eksplorasi," tegasnya.
"Angka 1 juta barel per hari pada 2014. Itu harus dipertahankan sampai tahun 2025," ujar Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Evita H Legowo di Graha Bima Sena, Jakarta, (5/11/2012).
Sayangnya, kata Evita, upaya pencapai target produksi tersebut masih terganjal berbagai tantangan di lapangan seperti, semakin sedikitnya cadangan minyak nasional ditambah sulitnya memperoleh sumur minyak baru terus menjadi tantangan terbesar dalam mememenuhi kebutuhan energi.
"Untuk itu diperlukan peningkatan efisiensi dalam proses eksploitasi minyak dan gas," tambahnya.
Dia menyebutkan, salah satu upaya yang tengah dikaji pemerintah guna mencapai target produksi tersebut adalah dengan melakukan metode EOR. EOR sendiri merupakan upaya untuk memperoleh minyak yang masih tersisa setelah primary recovery yang mengandalkan energi alami dan teknik-teknik yang menggunakan injeksi gas atau air.
"EOR merupakan salah satu upaya untuk meningkat produksi untuk lapangan yang major (lapangan minyak tua), itu salah satu upaya. Itu untuk meningkatkan eksplorasi," tegasnya.
(rna)