2013, Pegadaian akan bangun 5 hotel
Senin, 05 November 2012 - 12:15 WIB
2013, Pegadaian akan bangun 5 hotel
A
A
A
Sindonews.com - PT Pegadaian Persero akan membangun lima unit hotel pada tahun depan di lima lokasi, yakni Jakarta, Yogyakarta, Solo, Malang dan Surabaya.
Direktur Keuangan Pegadaian, Dwi Agus Pramudya mengatakan, pembangunan lima unit hotel tersebut merupakan langkah perseroan untuk mengoptimalkan aset yang tidak terpakai. "Ini adalah usaha pertama kali di sektor properti,” kata dia belum lama ini.
Dwi mengakui, saat ini perseroan memiliki sejumlah aset di 700 lokasi, yang tersebar di seluruh Indonesia. Aset tersebut dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk hotel, melainkan ruangan kantor, pertokoan dan sebagaian tergantung pada lokasi serta luas lahan.
Dalam rangka ekspansi bisnis, perseroan akan menjalin sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun sayangnya, dia masih enggan untuk menyebutkan siapa yang akan diajak menjadi mitra bisnis barunya.
Dia menandaskan, hotel tersebut akan dibangun diatas lahan yang dimiliki sendiri oleh perseroan. Sedangkan untuk operasionalnya dibantu oleh operator lain. Dia mengungkapkan, masing-masing hotel akan dibangun diatas lahan seluas 1.000-4.000 meter persegi.
Pembangunan hotel akan dilakukan serempak pada tahun depan. Sumber dana pembangunan berasal dari dana kas internal dan obligasi berkelanjutan yang akan diterbitkan mulai semester I tahun depan, dengan total mencapai Rp5 triliun.
Adapun, nilai investasi pembangunan hotel diperkirakan sekitar Rp250-Rp500 miliar. Namun perseroan telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) khusus untuk proyek tersebut sebesar Rp600 miliar.
“Satu hotel di masing-masing lokasi, investasinya tidak terlalu besar dan tergantung wilayahnya, kemungkinan Rp50-150 miliar per hotel," paparnya.
Direktur Keuangan Pegadaian, Dwi Agus Pramudya mengatakan, pembangunan lima unit hotel tersebut merupakan langkah perseroan untuk mengoptimalkan aset yang tidak terpakai. "Ini adalah usaha pertama kali di sektor properti,” kata dia belum lama ini.
Dwi mengakui, saat ini perseroan memiliki sejumlah aset di 700 lokasi, yang tersebar di seluruh Indonesia. Aset tersebut dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk hotel, melainkan ruangan kantor, pertokoan dan sebagaian tergantung pada lokasi serta luas lahan.
Dalam rangka ekspansi bisnis, perseroan akan menjalin sinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun sayangnya, dia masih enggan untuk menyebutkan siapa yang akan diajak menjadi mitra bisnis barunya.
Dia menandaskan, hotel tersebut akan dibangun diatas lahan yang dimiliki sendiri oleh perseroan. Sedangkan untuk operasionalnya dibantu oleh operator lain. Dia mengungkapkan, masing-masing hotel akan dibangun diatas lahan seluas 1.000-4.000 meter persegi.
Pembangunan hotel akan dilakukan serempak pada tahun depan. Sumber dana pembangunan berasal dari dana kas internal dan obligasi berkelanjutan yang akan diterbitkan mulai semester I tahun depan, dengan total mencapai Rp5 triliun.
Adapun, nilai investasi pembangunan hotel diperkirakan sekitar Rp250-Rp500 miliar. Namun perseroan telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) khusus untuk proyek tersebut sebesar Rp600 miliar.
“Satu hotel di masing-masing lokasi, investasinya tidak terlalu besar dan tergantung wilayahnya, kemungkinan Rp50-150 miliar per hotel," paparnya.
(rna)
Lihat Juga :