Kepala Humas BUMN diperiksa terkait SMS gelap
Senin, 05 November 2012 - 15:49 WIB
Kepala Humas BUMN diperiksa terkait SMS gelap
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi mengaku, mendapatkan undangan dari badan kehormatan (BK) DPR seputar beredarnya pesan singkat (SMS) gelap yang beredar dan memuat inisial oknum DPR pemeras BUMN. SMS gelap tersebut mengatasnamakan Humas BUMN.
"Undangan oleh BK terkait penyebaran SMS yang menyebutkan inisial nama-nama anggota DPR RI yang memeras BUMN. Jadi berbicara sekitar itu saja," ujar Faisal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Faisal menambahkan, di Kementerian BUMN ada 141 humas, namun SMS gelap tersebut diyakini bukan dari Humas BUMN. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke semua humas.
"Kita udah tanyakan ke teman-teman lain juga, tidak ada yang seperti itu," ujarnya.
Diakuinya, BK DPR juga meminta pihak BUMN untuk melakukan penelusuran terhadap penyebar SMS gelap tersebut. Namun sampai saat ini, imbuh Faisal, pihaknya belum melakukan pengecekan secara spesifik.
"Belum secara spesifik. Tapi kalau kita bertemu dengan teman-teman, kita meng-cross check ke mereka dan mereka tidak mungkin dan naif sekali mengirim SMS spertiitu," pungkasnya.
"Undangan oleh BK terkait penyebaran SMS yang menyebutkan inisial nama-nama anggota DPR RI yang memeras BUMN. Jadi berbicara sekitar itu saja," ujar Faisal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Faisal menambahkan, di Kementerian BUMN ada 141 humas, namun SMS gelap tersebut diyakini bukan dari Humas BUMN. Menurut dia, pihaknya sudah melakukan klarifikasi ke semua humas.
"Kita udah tanyakan ke teman-teman lain juga, tidak ada yang seperti itu," ujarnya.
Diakuinya, BK DPR juga meminta pihak BUMN untuk melakukan penelusuran terhadap penyebar SMS gelap tersebut. Namun sampai saat ini, imbuh Faisal, pihaknya belum melakukan pengecekan secara spesifik.
"Belum secara spesifik. Tapi kalau kita bertemu dengan teman-teman, kita meng-cross check ke mereka dan mereka tidak mungkin dan naif sekali mengirim SMS spertiitu," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :