Beredar SMS gelap, BUMN tidak merasa dirugikan
Senin, 05 November 2012 - 16:46 WIB
Beredar SMS gelap, BUMN tidak merasa dirugikan
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Humas Kementerian BUMN Faisal Halimi mengaku Kementerian BUMN tidak merasa dirugikan dengan beredarnya pesan singkat (SMS) gelap yang memuat inisial oknum DPR pemeras BUMN.
"Seperti Pak Dahlan sampaikan kepada kami karena tidak menyebarkan, jadi kami tidak merasa dirugikan," ujar Faisal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Menurutnya, BK DPR mengajak untuk bersama-sama melaporkan kejadian ini kepada polisi. Namun, pihaknya tidak mau terburu-buru membawa kasus SMS gelap tersebut ke pihak kepolisian. "Kemungkinan kita akan mempertimbangkan melaporkan ke polisi," ujarnya.
Sebelum melaporkan ke polisi, imbuh Faisal, akan lebih dulu dilaporkan ke Menteri BUMN Dahlan Iskan. "Belum diberitahu kapan lapor polisi, saya laporkan ke pak Dahlan dulu," ujarnya.
Faisal mensinyalir, ada pihak tertentu yang mau mengadu domba antara lembaga ekskutif dan legislatif. Menurut dia, pihaknya juga telah dikonfirmasi oleh anggota DPR.
"Saya ditelpon Arya Bima (PDIP), Bambang Soesetyo (Golkar). Kami bilang, kami tidak pernah mengeluarkan SMS itu. Ada adu domba BUMN dan DPR," pungkasnya.
"Seperti Pak Dahlan sampaikan kepada kami karena tidak menyebarkan, jadi kami tidak merasa dirugikan," ujar Faisal di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (5/11/2012).
Menurutnya, BK DPR mengajak untuk bersama-sama melaporkan kejadian ini kepada polisi. Namun, pihaknya tidak mau terburu-buru membawa kasus SMS gelap tersebut ke pihak kepolisian. "Kemungkinan kita akan mempertimbangkan melaporkan ke polisi," ujarnya.
Sebelum melaporkan ke polisi, imbuh Faisal, akan lebih dulu dilaporkan ke Menteri BUMN Dahlan Iskan. "Belum diberitahu kapan lapor polisi, saya laporkan ke pak Dahlan dulu," ujarnya.
Faisal mensinyalir, ada pihak tertentu yang mau mengadu domba antara lembaga ekskutif dan legislatif. Menurut dia, pihaknya juga telah dikonfirmasi oleh anggota DPR.
"Saya ditelpon Arya Bima (PDIP), Bambang Soesetyo (Golkar). Kami bilang, kami tidak pernah mengeluarkan SMS itu. Ada adu domba BUMN dan DPR," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :