Ekonomi Jabar tumbuh 6,31%
Senin, 05 November 2012 - 20:17 WIB
Ekonomi Jabar tumbuh 6,31%
A
A
A
Sindonews.com - Perekonomian Jawa Barat berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan III/2012 tumbuh 6,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi Jabar ditopang oleh tingginya konsumsi rumah tangga.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Ade Rika Agus mengatakan, pada triwulan III/2012 (Juli-September) PDRB Jabar bedasarkan harga berlaku di pasaran mencapai Rp246,25 triliun dan PDRB berdasarkan harga konstan di tahun 2000 sebesar Rp93,02 triliun.
“Perekonomian Jabar tumbuh cukup baik. Yaitu meningkat menjadi 6,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Ade Rika Agus di Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, Senin (5/11/2012).
BPS Jabar pun mencatat pertumbuhan perekonomian Jabar dari triwulan II ke triwulan III/2012 sebesar 2,71 persen.
Dijelaskan Ade, pertumbuhan ekonomi Jabar ditopang oleh tingginya penggunaan atau konsumsi dari sektor rumah tangga. BPS mencatat, share dari konsumsi rumah tangga mencapai 58,47 persen. Sedangkan sisanya diserap oleh sektor lainnya. Seperti konsumsi pemerintah 8,51 persen, PMTB 18,60 persen, perubahan stok 5,25 persen, eskpor 34,25 persen, dan komponen pengurang (impor) 28,27 persen.
Sementara dari sisi lapangan usaha, terdapat tiga industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sektor industri pengolahan sebesar 35,16 persen, perdagangan hotel & restoran 23,81 persen, dan pertanian 11,82 persen. Pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan III, di topang oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 5,93 persen.
Pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan III/2012 juga berdampak pada peningkatan lapangan kerja sehingga mengurangi tingkat pengangguran di Jabar.
Menurut Kasi Staf Kependudukan BPS Jabar Amilija Nurjuliani mengatakan, dalam waktu satu tahun, jumlah pengguran di Jabar turun sekitar 72.857 orang. Di mana, pada Agustus 2012 jumlah pengagguran sebanyak 1.828.986 orang atau lebih rendah dibandingkan perode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.901.843 orang.
“Pada triwulan III/2012 ada momen idul fitri. Ini juga mendongkrak peningkatan pekerja pada beberapa sektor. Namun demikian, ini akan sangat fluktuatif,” kata Amilija Nurjuliani.
Ketika disinggung kemungkinan jumlah pengguran pada triwulan IV/2012, terkait usainya musim Hari Raya Idul Fitri, dia mengatakan, akan sulit diprediksi. Karena, beberapa sektor sangat mungkin mengalami pertumbuhan.
Diakui dia, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jabar, turun sekitar 0,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya dari 9,83 persen menjadi 9,08 persen. Saat ini, jumlah angkatan kerja mencapai 20.150.094 orang atau naik dibandingkan tahun lalu sebanyak 19.356.624 orang.
Sampai triwulan III/2012, lanjut Amilija, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 18.321.108 orang. Dari jumlah tersebut, yang berstatus buruh/karyawan sebanyak 7,67 juta orang (41,86 persen), berusaha sendiri 3,23 juta orang (17,65 persen), dan berusaha dibantu buruh tidak tetap sejumlah 2,41 juta orang (13,15 persen), serta berusaha dibantu butuh tetap mencapai 629 ribu orang (3,44 persen).
Dari status pekerjaan, jumlah pekerja formal di Jabar mencapai 8,3 juta orang (45,3 persen) dan informal 10 juta orang (54,7 persen). “Pekerja yang paling banyak diserap masih dari tingkat SD sebanyak 49,45 persen, tamatan universitas hanya 5,51 persen dan lulusan Diploma I/II/III 2,39 persen.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar Ade Rika Agus mengatakan, pada triwulan III/2012 (Juli-September) PDRB Jabar bedasarkan harga berlaku di pasaran mencapai Rp246,25 triliun dan PDRB berdasarkan harga konstan di tahun 2000 sebesar Rp93,02 triliun.
“Perekonomian Jabar tumbuh cukup baik. Yaitu meningkat menjadi 6,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Ade Rika Agus di Jalan PHH Mustopa, Kota Bandung, Senin (5/11/2012).
BPS Jabar pun mencatat pertumbuhan perekonomian Jabar dari triwulan II ke triwulan III/2012 sebesar 2,71 persen.
Dijelaskan Ade, pertumbuhan ekonomi Jabar ditopang oleh tingginya penggunaan atau konsumsi dari sektor rumah tangga. BPS mencatat, share dari konsumsi rumah tangga mencapai 58,47 persen. Sedangkan sisanya diserap oleh sektor lainnya. Seperti konsumsi pemerintah 8,51 persen, PMTB 18,60 persen, perubahan stok 5,25 persen, eskpor 34,25 persen, dan komponen pengurang (impor) 28,27 persen.
Sementara dari sisi lapangan usaha, terdapat tiga industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi yakni sektor industri pengolahan sebesar 35,16 persen, perdagangan hotel & restoran 23,81 persen, dan pertanian 11,82 persen. Pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan III, di topang oleh sektor pengangkutan dan komunikasi sebesar 5,93 persen.
Pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan III/2012 juga berdampak pada peningkatan lapangan kerja sehingga mengurangi tingkat pengangguran di Jabar.
Menurut Kasi Staf Kependudukan BPS Jabar Amilija Nurjuliani mengatakan, dalam waktu satu tahun, jumlah pengguran di Jabar turun sekitar 72.857 orang. Di mana, pada Agustus 2012 jumlah pengagguran sebanyak 1.828.986 orang atau lebih rendah dibandingkan perode yang sama tahun lalu yang mencapai 1.901.843 orang.
“Pada triwulan III/2012 ada momen idul fitri. Ini juga mendongkrak peningkatan pekerja pada beberapa sektor. Namun demikian, ini akan sangat fluktuatif,” kata Amilija Nurjuliani.
Ketika disinggung kemungkinan jumlah pengguran pada triwulan IV/2012, terkait usainya musim Hari Raya Idul Fitri, dia mengatakan, akan sulit diprediksi. Karena, beberapa sektor sangat mungkin mengalami pertumbuhan.
Diakui dia, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jabar, turun sekitar 0,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya dari 9,83 persen menjadi 9,08 persen. Saat ini, jumlah angkatan kerja mencapai 20.150.094 orang atau naik dibandingkan tahun lalu sebanyak 19.356.624 orang.
Sampai triwulan III/2012, lanjut Amilija, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 18.321.108 orang. Dari jumlah tersebut, yang berstatus buruh/karyawan sebanyak 7,67 juta orang (41,86 persen), berusaha sendiri 3,23 juta orang (17,65 persen), dan berusaha dibantu buruh tidak tetap sejumlah 2,41 juta orang (13,15 persen), serta berusaha dibantu butuh tetap mencapai 629 ribu orang (3,44 persen).
Dari status pekerjaan, jumlah pekerja formal di Jabar mencapai 8,3 juta orang (45,3 persen) dan informal 10 juta orang (54,7 persen). “Pekerja yang paling banyak diserap masih dari tingkat SD sebanyak 49,45 persen, tamatan universitas hanya 5,51 persen dan lulusan Diploma I/II/III 2,39 persen.
(gpr)
Lihat Juga :