UE desak Asia hindari proteksi perdagangan
Selasa, 06 November 2012 - 10:01 WIB
UE desak Asia hindari proteksi perdagangan
A
A
A
Sindonews.com - Para pemimpin Eropa mendesak negaranegara di Asia untuk menghindari proteksi perdagangan serta menyerukan agar kawasan itu membantu upaya perbaikan ekonomi global.
”Mempromosikan perdagangan bukan hanya dengan membantu meningkatkan permintaan domestik, tapi juga dengan menghindari proteksionisme,” kata Presiden Uni Eropa Herman Herman Van Rompuy pada pertemuan di Laos seperti dikutip AFP kemarin.
Dia menambahkan, pihaknya meyakini mitra Uni Eropa di Asia akan berkomitmen untuk membuka perekonomiannya dan mengikuti kesepakatan perdagangan multinasional yang sudah disepakati.
Pada kesempatan tersebut, para pemimpin Eropa juga meminta dukungan dari Asia terkait penyelesaian krisis utang zona euro. Pertemuan para pemimpin Eropa dan Asia tersebut juga dihadiri Presiden Prancis Francois Hollande,Perdana Menteri (PM) Italia Mario Monti, dan Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso.
”Kami percaya Asia lebih mementingkan pembangunan ekonominya,” ujar Barroso dalam wawancara menjelang pertemuan seperti dilansir AFP, kemarin.
Dia menambahkan, Eropa merupakan salah satu mitra paling penting untuk Asia dalam hal investasi dan perdagangan. Untuk itu, lanjutnya, zona euro tidak hanya ingin membahas mengenai investasi dan perdagangan, tetapi juga tantangan stabilitas serta keamanan di kedua kawasan.
Pertemuan puncak Asia-Eropa yang diadakan setiap dua tahun itu memberikan kesempatan bagi dua wilayah untuk meningkatkan hubungan antara dua kawasan yang samasama menyumbang sekitar setengah dari produk domestik bruto (PDB) global.
Dua hari menjelang KTT, Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario mengungkapkan, Eropa harus meminta dukungan Asia untuk meningkatkan aktivitas perekonomiannya.
”Kami (Asia) mampu menawarkan berbagai aspek mulai dari investasi sampai perdagangan untuk Eropa. Saya rasa kesempatan ada untuk kedua belah pihak,” imbuh dia.
Sementara, para pemimpin Asia diperkirakan memberikan tekanan kepada Eropa agar mengambil tindakan cepat untuk menyelesaikan krisis yang telah menghantam ekonomi dunia dan menghambat upaya guna mengurangi kemiskinan global.
”Eropa yang lebih kuat dan lebih cepat merupakan hal yang baik bagi semua orang di seluruh dunia,” tambah Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan.
Selain membahas mengenai krisis utang zona euro, beberapa peserta KTT Asia termasuk Filipina ingin membahas mengenai sengketa maritim Asia, namun China kemungkinan akan menolaknya.
Di bagian lain, PM Yunani Antonis Samaras memperingatkan, jika Parlemen Yunani gagal menyetujui putaran baru mengenai langkah-langkah penghematan yang diperlukan untuk pencairan dana talangan (bailout) dari pemberi pinjaman internasional atau troika, maka Athena dapat keluar dari zona euro.
”Mempromosikan perdagangan bukan hanya dengan membantu meningkatkan permintaan domestik, tapi juga dengan menghindari proteksionisme,” kata Presiden Uni Eropa Herman Herman Van Rompuy pada pertemuan di Laos seperti dikutip AFP kemarin.
Dia menambahkan, pihaknya meyakini mitra Uni Eropa di Asia akan berkomitmen untuk membuka perekonomiannya dan mengikuti kesepakatan perdagangan multinasional yang sudah disepakati.
Pada kesempatan tersebut, para pemimpin Eropa juga meminta dukungan dari Asia terkait penyelesaian krisis utang zona euro. Pertemuan para pemimpin Eropa dan Asia tersebut juga dihadiri Presiden Prancis Francois Hollande,Perdana Menteri (PM) Italia Mario Monti, dan Ketua Komisi Eropa Jose Manuel Barroso.
”Kami percaya Asia lebih mementingkan pembangunan ekonominya,” ujar Barroso dalam wawancara menjelang pertemuan seperti dilansir AFP, kemarin.
Dia menambahkan, Eropa merupakan salah satu mitra paling penting untuk Asia dalam hal investasi dan perdagangan. Untuk itu, lanjutnya, zona euro tidak hanya ingin membahas mengenai investasi dan perdagangan, tetapi juga tantangan stabilitas serta keamanan di kedua kawasan.
Pertemuan puncak Asia-Eropa yang diadakan setiap dua tahun itu memberikan kesempatan bagi dua wilayah untuk meningkatkan hubungan antara dua kawasan yang samasama menyumbang sekitar setengah dari produk domestik bruto (PDB) global.
Dua hari menjelang KTT, Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Rosario mengungkapkan, Eropa harus meminta dukungan Asia untuk meningkatkan aktivitas perekonomiannya.
”Kami (Asia) mampu menawarkan berbagai aspek mulai dari investasi sampai perdagangan untuk Eropa. Saya rasa kesempatan ada untuk kedua belah pihak,” imbuh dia.
Sementara, para pemimpin Asia diperkirakan memberikan tekanan kepada Eropa agar mengambil tindakan cepat untuk menyelesaikan krisis yang telah menghantam ekonomi dunia dan menghambat upaya guna mengurangi kemiskinan global.
”Eropa yang lebih kuat dan lebih cepat merupakan hal yang baik bagi semua orang di seluruh dunia,” tambah Menteri Perdagangan Indonesia Gita Wirjawan.
Selain membahas mengenai krisis utang zona euro, beberapa peserta KTT Asia termasuk Filipina ingin membahas mengenai sengketa maritim Asia, namun China kemungkinan akan menolaknya.
Di bagian lain, PM Yunani Antonis Samaras memperingatkan, jika Parlemen Yunani gagal menyetujui putaran baru mengenai langkah-langkah penghematan yang diperlukan untuk pencairan dana talangan (bailout) dari pemberi pinjaman internasional atau troika, maka Athena dapat keluar dari zona euro.
(gpr)
Lihat Juga :