JK : Dahlan tak boleh lupa tugasnya
Selasa, 06 November 2012 - 12:26 WIB
JK : Dahlan tak boleh lupa tugasnya
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi sepak terjang Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam mengungkap sejumlah nama anggota DPR yang memeras perusahaan BUMN. Namun, JK meminta agar Dahlan Iskan tidak lepas kontrol dari tugasnya sebagai Menteri BUMN.
"Sikap Pak Dahlan seperti itu baguslah karena terbuka. Tentunya keterbukaan itu harus ditindaklanjuti. Dan yang terpenting seluruh pejabat harus taat hukum," kata JK usai menghadiri acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Surabaya di Gedung Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Selasa (6/11/2012).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini meminta agar sepak terjang Dahlan Iskan sesuai dengan tugasnya sebagai menteri BUMN. Sebab, sepak terjang itu akan dinilai dari hasil yang diperoleh. Sementara, tugasnya sebagai Menteri adalah memajukan BUMN.
"Apakah dengan cara seperti itu BUMN bisa maju ya nanti kita lihat saja nanti," ujarnya.
Ia berharap, Dahlan Iskan tidak berbohong atau bermain-main atas perseteruan dengan menyebut sejumlah anggota DPR RI yang menjadi pemeras perusahaan BUMN itu. Tentunya, jangan sampai hanya melakukan pencitraan di balik kasus tersebut. "Pak Dahlan harus meneruskan tudingan itu,” tandasnya.
"Sikap Pak Dahlan seperti itu baguslah karena terbuka. Tentunya keterbukaan itu harus ditindaklanjuti. Dan yang terpenting seluruh pejabat harus taat hukum," kata JK usai menghadiri acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Surabaya di Gedung Islamic Center, Jalan Dukuh Kupang, Selasa (6/11/2012).
Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini meminta agar sepak terjang Dahlan Iskan sesuai dengan tugasnya sebagai menteri BUMN. Sebab, sepak terjang itu akan dinilai dari hasil yang diperoleh. Sementara, tugasnya sebagai Menteri adalah memajukan BUMN.
"Apakah dengan cara seperti itu BUMN bisa maju ya nanti kita lihat saja nanti," ujarnya.
Ia berharap, Dahlan Iskan tidak berbohong atau bermain-main atas perseteruan dengan menyebut sejumlah anggota DPR RI yang menjadi pemeras perusahaan BUMN itu. Tentunya, jangan sampai hanya melakukan pencitraan di balik kasus tersebut. "Pak Dahlan harus meneruskan tudingan itu,” tandasnya.
(gpr)
Lihat Juga :