Mogok produksi justru rugikan pengusaha
Selasa, 06 November 2012 - 13:06 WIB
Mogok produksi justru rugikan pengusaha
A
A
A
Sindonews.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyayangkan rencana kalangan pengusaha yang akan melakukan mogok produksi sebagai bentuk protes atas tidak kondusifnya kondisi keamanan akibat demo yang dilakukan serikat pekerja, dianggap justru akan merugikan pengusaha.
Kepala BKPM Muhammad Chatib Basri memandang, rencana aksi mogok produksi justru akan merugikan kalangan pengusaha sendiri. Pasalnya, dengan aksi tersebut dikhawatirkan arus keuangan perusahaan juga akan terganggu, sehingga akan berbuntut pada kondisi perusahaan yang semakin terpuruk.
"Solusinya bukan ancam mengancam, tidak akan selesai. Kalau dia (pengusaha) mogok, profit-nya tidak ada, ya dia mau ngapain?" kata Chatib di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, selasa (6/11/2012).
Lebih lanjut, dia berharap, perlu adanya usaha bersama antara pengusaha dan buruh sekaligus pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas iklim investasi lewat berbagai pendekatan, seperti penyesuain upah. Namun demikian, kata Chatib, yang lebih penting dari semua hal adalah bagaimana semua pihak memiliki pandangan yang sama dalam menjaga kondisi keamanan yang kondusif.
"Sama juga buruhnya. Pemerintah mungkin bisa sepakat tentang upah. Kita harus mengerti bahwa tingkat upah yang sekarang ini terlalu kecil, itu perlu ada penyesuaian. Tapi kita perlu juga disesuaikan dengan kemampuan pengusaha. Yang terpenting itu bukan itu (masalah upah) masalah yang utama, tapi masalah keamanan," simpul dia.
Kepala BKPM Muhammad Chatib Basri memandang, rencana aksi mogok produksi justru akan merugikan kalangan pengusaha sendiri. Pasalnya, dengan aksi tersebut dikhawatirkan arus keuangan perusahaan juga akan terganggu, sehingga akan berbuntut pada kondisi perusahaan yang semakin terpuruk.
"Solusinya bukan ancam mengancam, tidak akan selesai. Kalau dia (pengusaha) mogok, profit-nya tidak ada, ya dia mau ngapain?" kata Chatib di Ritz Carlton Hotel, Jakarta, selasa (6/11/2012).
Lebih lanjut, dia berharap, perlu adanya usaha bersama antara pengusaha dan buruh sekaligus pemerintah dalam rangka menjaga stabilitas iklim investasi lewat berbagai pendekatan, seperti penyesuain upah. Namun demikian, kata Chatib, yang lebih penting dari semua hal adalah bagaimana semua pihak memiliki pandangan yang sama dalam menjaga kondisi keamanan yang kondusif.
"Sama juga buruhnya. Pemerintah mungkin bisa sepakat tentang upah. Kita harus mengerti bahwa tingkat upah yang sekarang ini terlalu kecil, itu perlu ada penyesuaian. Tapi kita perlu juga disesuaikan dengan kemampuan pengusaha. Yang terpenting itu bukan itu (masalah upah) masalah yang utama, tapi masalah keamanan," simpul dia.
(rna)
Lihat Juga :