Surplus neraca pembayaran diprediksi dibawah target
Rabu, 07 November 2012 - 14:57 WIB
Surplus neraca pembayaran diprediksi dibawah target
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mencatat surplus balance of payment (BOC) atau neraca pembayaran (N/P) pada kuartal III/2012 antara USD800 juta hingga USD900 juta. Angka tersebut dibawah prediksi BI yang sebelumnya ditargetkan USD1 miliar.
"Sampai dengan September antara USD800-900 juta dari overall balance of payment," kata Direktur Direktorat Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Meski dibawah prediksi, menurut Perry, defisit perdagangan (current account deficit) masih melewati target. "Perkiraan current account deficit awalnya kan 2,6 persen dari PDB (produk domestik bruto) tapi dengan data September bisa mencapai 2,4 persen dari PDB," jelasnya
Menurut dia, jika nilai current account deficit yang lebih baik dari perkiraan ini disebabkan oleh transaksi impor yang mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan yang diperkirakan.
"Kami sudah perkirakan kalau ekspor turun, tapi kami tidak menyangka kalau impor juga turun sedalam dari data di September," tambahnya.
Untuk cadangan devisa, diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan. Jika bulan lalu cadangan devisa Indonesia di posisi USD110,1 miliar, maka untuk bulan Oktober diprediksi akan naik tipis. Disingung mengenai nilainya, dia enggan menyebutkan saat ini. "Tunggu besok saja, saat BI rate saja," pungkasnya.
"Sampai dengan September antara USD800-900 juta dari overall balance of payment," kata Direktur Direktorat Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Meski dibawah prediksi, menurut Perry, defisit perdagangan (current account deficit) masih melewati target. "Perkiraan current account deficit awalnya kan 2,6 persen dari PDB (produk domestik bruto) tapi dengan data September bisa mencapai 2,4 persen dari PDB," jelasnya
Menurut dia, jika nilai current account deficit yang lebih baik dari perkiraan ini disebabkan oleh transaksi impor yang mengalami penurunan lebih dalam dibandingkan yang diperkirakan.
"Kami sudah perkirakan kalau ekspor turun, tapi kami tidak menyangka kalau impor juga turun sedalam dari data di September," tambahnya.
Untuk cadangan devisa, diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan. Jika bulan lalu cadangan devisa Indonesia di posisi USD110,1 miliar, maka untuk bulan Oktober diprediksi akan naik tipis. Disingung mengenai nilainya, dia enggan menyebutkan saat ini. "Tunggu besok saja, saat BI rate saja," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :