BI optimis pertumbuhan ekonomi 2013 capai 6,5%
Rabu, 07 November 2012 - 16:04 WIB
BI optimis pertumbuhan ekonomi 2013 capai 6,5%
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) mengakui belum akan pulihnya krisis global, khususnya Uni Eropa di tahun 2013. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi tidak akan negatif.
"Eropa meski pemulihan lama tapi tidak akan negatif," ujar Direktur Direktorat Kebijakan Moneter Bank Indonesia Pery Warjiyo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Pery menyebutkan, Indonesia masih akan tumbuh di angka 6,5 persen. Sementara itu China hanya akan mampu di angka 7,8 persen. Hal ini terkait permintaan dunia dari komoditas ekspor yang juga diprediksi lebih baik.
"Dari sisi permintaan dunia dan komoditas ekspor akan lebih baik dari tahun ini 6,5 persen masih bisa tercapai untuk tahun depan," pungkasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun ini hanya sebesar 6,3 persen, sehingga sangat pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini diproyeksi hanya mencapai 6,3 persen.
"Dengan realisasi 6,17 pada kuartal III/2012, kemungkinan 6,3 persen di kuartal IV. Keseluruhan tahun 6,3 persen, dibulatkan segitu, sedikit di bawah 6,3 persen," kata Perry.
"Eropa meski pemulihan lama tapi tidak akan negatif," ujar Direktur Direktorat Kebijakan Moneter Bank Indonesia Pery Warjiyo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Pery menyebutkan, Indonesia masih akan tumbuh di angka 6,5 persen. Sementara itu China hanya akan mampu di angka 7,8 persen. Hal ini terkait permintaan dunia dari komoditas ekspor yang juga diprediksi lebih baik.
"Dari sisi permintaan dunia dan komoditas ekspor akan lebih baik dari tahun ini 6,5 persen masih bisa tercapai untuk tahun depan," pungkasnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV tahun ini hanya sebesar 6,3 persen, sehingga sangat pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini diproyeksi hanya mencapai 6,3 persen.
"Dengan realisasi 6,17 pada kuartal III/2012, kemungkinan 6,3 persen di kuartal IV. Keseluruhan tahun 6,3 persen, dibulatkan segitu, sedikit di bawah 6,3 persen," kata Perry.
(gpr)
Lihat Juga :