CPP Gas Gundih masuki tahap pembangunan
Kamis, 08 November 2012 - 10:11 WIB
CPP Gas Gundih masuki tahap pembangunan
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina EP menyebutkan Central Processing Plant (CPP) Gas area Gundih telah memasuki tahap pembangunan. Bagian dari Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) tersebut, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasokan gas ke PLTGU Tambak Lorok di Semarang, Jawa Tengah.
"Pemanfaatan gas dari area ini memberikan potensi efisiensi biaya bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik mencapai Rp21,4 triliun dalam 12 tahun," kata Manager Humas Pertamina EP, Agus Amperianto dalam siaran persnya, Kamis (8/11/2012).
Menurutnya, dengan asumsi pasokan 50 MMSCFD Gas untuk pembangkit listrik di Tambak Lorok, maka potensi penghematan bisa mencapai Rp5,4 miliar per hari atau sekitar Rp21,4 Triliun dalam 12 tahun. "Ini mendukung upaya pemerintah dalam melakukan pemanfaatan gas serta efisiensi biaya di sektor energi," jelasnya.
CPP yang sedang dalam tahap pembangunan ini rencananya akan menjadi fasilitas pemrosesan gas dari struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi di Area Gundih Kabupaten Blora dengan kapasitas proses 70 MMSCFD.
Kemudian, lanjutnya Agus gas nett paska pemrosesan sebesar 50 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) akan dialirkan ke PLTGU Tambak Lorok dengan masa kontrak 12 tahun. "Gas tersebut akan dialirkan melalui pipa oleh PT Sumber Petrindo Perkasa selaku buyer," tambahnya.
Proyek pengembangan Gas Jawa berawal dari penemuan cadangan gas pada struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi di Blora, Jawa Tengah. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan, memproses, dan memproduksikan gas di area Gundih sesuai dengan keekonomian lapangan, agar siap dijual ke konsumen dengan volume 50 MMSCFD dengan jadwal onstream pada tahun 2013.
"Pemanfaatan gas dari area ini memberikan potensi efisiensi biaya bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik mencapai Rp21,4 triliun dalam 12 tahun," kata Manager Humas Pertamina EP, Agus Amperianto dalam siaran persnya, Kamis (8/11/2012).
Menurutnya, dengan asumsi pasokan 50 MMSCFD Gas untuk pembangkit listrik di Tambak Lorok, maka potensi penghematan bisa mencapai Rp5,4 miliar per hari atau sekitar Rp21,4 Triliun dalam 12 tahun. "Ini mendukung upaya pemerintah dalam melakukan pemanfaatan gas serta efisiensi biaya di sektor energi," jelasnya.
CPP yang sedang dalam tahap pembangunan ini rencananya akan menjadi fasilitas pemrosesan gas dari struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi di Area Gundih Kabupaten Blora dengan kapasitas proses 70 MMSCFD.
Kemudian, lanjutnya Agus gas nett paska pemrosesan sebesar 50 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) akan dialirkan ke PLTGU Tambak Lorok dengan masa kontrak 12 tahun. "Gas tersebut akan dialirkan melalui pipa oleh PT Sumber Petrindo Perkasa selaku buyer," tambahnya.
Proyek pengembangan Gas Jawa berawal dari penemuan cadangan gas pada struktur Kedungtuban, Randublatung, dan Kedunglusi di Blora, Jawa Tengah. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan, memproses, dan memproduksikan gas di area Gundih sesuai dengan keekonomian lapangan, agar siap dijual ke konsumen dengan volume 50 MMSCFD dengan jadwal onstream pada tahun 2013.
(gpr)
Lihat Juga :