Pemda diminta komit jalankan Green Prosperity Project
Kamis, 08 November 2012 - 12:21 WIB
Pemda diminta komit jalankan Green Prosperity Project
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah pusat mengharapkan pemerintah daerah (pemda) yang terpilih sebagai model percontohan pada Green Prosperity Project (GPP) memenuhi komitmennya dalam mencipatakan ekonomi hijau atau berkarbon rendah.
"Kita lihat dua provinsi ini yang memiliki komitmen. Di masing-masing provinsi, kita pilih dua kabupaten," ujar Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Daerah tersebut adalah Muaro Jambi dan Merangin di provinsi Jambi. Kemudian Mamuju dan Mamasa di provinsi Sulawesi Barat. Menurutnya, di kabupaten tersebut sudah ada pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan.
"Di Kabupaten Merangin, itu sudah ada pembangkit listrik tenaga mikro hydro (PLTMH), demikian juga dengan kabupaten lainnya," jelas Lukita.
Menurutnya, jika empat kabupaten sukses menjalankan proyek ini, maka dimungkinkan kabupaten lainnya di Indonesia juga akan mendapatkan kesempatan yang sama menggunakan dana hibah tersebut.
"Jika ada kabupaten lain diluar ini yang siap dan punya kompetensi, maka akan siap. Kita sesuaikan dengan kinerja yang sedang berjalan," pungkasnya.
Adapun keseluruhan anggaran hibah dari pemerintah Amerika Serikat untuk pengembangan proyek tersebut sebesar USD600 juta. Dimana untuk penggunaan GPP adalah sebesar USD332,5 juta.
Besarnya anggaran itu dikarenakan komitmen pemerintah terkait green economy. Dia meyakinkan, Indonesia dapat mengembangkan ekonomi berdampingan dengan alam.
"Kita lihat dua provinsi ini yang memiliki komitmen. Di masing-masing provinsi, kita pilih dua kabupaten," ujar Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo di Gedung Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Daerah tersebut adalah Muaro Jambi dan Merangin di provinsi Jambi. Kemudian Mamuju dan Mamasa di provinsi Sulawesi Barat. Menurutnya, di kabupaten tersebut sudah ada pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan.
"Di Kabupaten Merangin, itu sudah ada pembangkit listrik tenaga mikro hydro (PLTMH), demikian juga dengan kabupaten lainnya," jelas Lukita.
Menurutnya, jika empat kabupaten sukses menjalankan proyek ini, maka dimungkinkan kabupaten lainnya di Indonesia juga akan mendapatkan kesempatan yang sama menggunakan dana hibah tersebut.
"Jika ada kabupaten lain diluar ini yang siap dan punya kompetensi, maka akan siap. Kita sesuaikan dengan kinerja yang sedang berjalan," pungkasnya.
Adapun keseluruhan anggaran hibah dari pemerintah Amerika Serikat untuk pengembangan proyek tersebut sebesar USD600 juta. Dimana untuk penggunaan GPP adalah sebesar USD332,5 juta.
Besarnya anggaran itu dikarenakan komitmen pemerintah terkait green economy. Dia meyakinkan, Indonesia dapat mengembangkan ekonomi berdampingan dengan alam.
(rna)
Lihat Juga :