Indonesia turut tunggu komitmen ekonomi AS
Kamis, 08 November 2012 - 13:49 WIB
Indonesia turut tunggu komitmen ekonomi AS
A
A
A
Sindonews.com - Perbaikan ekonomi di Amerika Serikat (AS) memang akan sangat berpengaruh untuk negara-negara berkembang di dunia, termasuk Indonesia. Wajar saja, jika terpilihnya Barack Obama sebagai Presiden AS untuk kedua kalinya, sangat dipertanyakan komitmen terkait kebijakan ekonomi yang akan diambil nantinya.
Wakil Menteri PPN/Waka Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengaku sangat mengharapkan komitmen tersebut. Sehingga krisis pun tidak berlangsung stagnan.
"Perekonomian di AS sesuai komitmen beliau pada masa kampanye kan akan memperbaiki dan kita harapkan perbaikan itu ada," ucap Lukita di kantornya, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Jika benar perbaikan itu terjadi, menurutnya secara otomatis akan terbawa ke perekonomian dunia, apalagi untuk Indonesia. "Kalau perbaikan itu ada otomatis perekonomian dunia akan terbawa," tegasnya.
Maka dari itu, lanjut Lukita, Indonesia harus mempersiapkan beberapa hal yang dapat langsung menyambut selesainya krisis. Salah satunya adalah produk ekspor untuk memenuhi kebutuhan negara lain.
"Untuk Indonesia pekerjaan rumah kita di dalam ialah bagaimana memperbaiki kapasitas dan daya saing," pungkasnya.
Wakil Menteri PPN/Waka Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo mengaku sangat mengharapkan komitmen tersebut. Sehingga krisis pun tidak berlangsung stagnan.
"Perekonomian di AS sesuai komitmen beliau pada masa kampanye kan akan memperbaiki dan kita harapkan perbaikan itu ada," ucap Lukita di kantornya, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Jika benar perbaikan itu terjadi, menurutnya secara otomatis akan terbawa ke perekonomian dunia, apalagi untuk Indonesia. "Kalau perbaikan itu ada otomatis perekonomian dunia akan terbawa," tegasnya.
Maka dari itu, lanjut Lukita, Indonesia harus mempersiapkan beberapa hal yang dapat langsung menyambut selesainya krisis. Salah satunya adalah produk ekspor untuk memenuhi kebutuhan negara lain.
"Untuk Indonesia pekerjaan rumah kita di dalam ialah bagaimana memperbaiki kapasitas dan daya saing," pungkasnya.
(gpr)
Lihat Juga :