Infasi inti terkendali didorong turunnya imported inflation
Kamis, 08 November 2012 - 16:18 WIB
Infasi inti terkendali didorong turunnya imported inflation
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) memastikan inflasi komponen inti hingga akhir tahun 2012 masih terkendali. Ini didorong turunnya imported inflation (inflasi karena barang impor), seiring dengan penurunan harga komoditas pangan dan energi global, relatif terjaganya stabilitas rupiah, stabilnya ekspektasi inflasi, serta respons sisi penawaran yang memadai.
"Inflasi inti masih terkendali, meskipun sedikit meningkat menjadi 4,59 persen (yoy), terutama didorong oleh kenaikan sewa dan kontrak rumah," ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dody Budi Waluyo dalam siaran pers, Kamis (8/11/2012).
Sementara itu, perkembangan harga bahan pangan (volatile food) mencatat deflasi didorong oleh koreksi harga komoditas pangan seiring meningkatnya pasokan.
"Di sisi lain, inflasi administered prices juga terjaga pada level yang rendah seiring dengan tidak adanya kebijakan Pemerintah di bidang harga barang dan jasa yang bersifat strategis," jelasnya.
Inflasi inti tercatat sebesar 4,59 persen hingga bulan Oktober 2012. Angka ini hampir melampaui inflasi umum (IHK) yang sebesar 4,61 persen. Secara keseluruhan, lanjut Dodi, inflasi inti maupun umum akan tetap terkendali hingga akhir tahun.
"Inflasi tetap terkendali dan diperkirakan pada akhir tahun akan berada di sekitar titik tengah kisaran sasaran inflasi 2012 sebesar 4,5 persen plus minus 1 persen," pungkasnya.
"Inflasi inti masih terkendali, meskipun sedikit meningkat menjadi 4,59 persen (yoy), terutama didorong oleh kenaikan sewa dan kontrak rumah," ujar Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Dody Budi Waluyo dalam siaran pers, Kamis (8/11/2012).
Sementara itu, perkembangan harga bahan pangan (volatile food) mencatat deflasi didorong oleh koreksi harga komoditas pangan seiring meningkatnya pasokan.
"Di sisi lain, inflasi administered prices juga terjaga pada level yang rendah seiring dengan tidak adanya kebijakan Pemerintah di bidang harga barang dan jasa yang bersifat strategis," jelasnya.
Inflasi inti tercatat sebesar 4,59 persen hingga bulan Oktober 2012. Angka ini hampir melampaui inflasi umum (IHK) yang sebesar 4,61 persen. Secara keseluruhan, lanjut Dodi, inflasi inti maupun umum akan tetap terkendali hingga akhir tahun.
"Inflasi tetap terkendali dan diperkirakan pada akhir tahun akan berada di sekitar titik tengah kisaran sasaran inflasi 2012 sebesar 4,5 persen plus minus 1 persen," pungkasnya.
(rna)
Lihat Juga :