Kembangkan remitansi, BJBR gandeng perusahaan dunia
Kamis, 08 November 2012 - 17:29 WIB
Kembangkan remitansi, BJBR gandeng perusahaan dunia
A
A
A
Sindonews.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) kembali melakukan ekspansi bisnis menggarap jasa kiriman uang luar negeri atau remitansi. Kali ini, BJBR menggandeng beberapa perusahaan asal Malaysia, Taiwan, dan Hongkong.
BJBR melakukan kerja sama dengan perusahaan I-Asia Sakatama (asal Malaysia), Berkah Indohaka Limited yang terhubung dengan SKD Management (Hongkong). Penandatangan kerja sama dilakukan di Batam, Kamis (8/11/2012).
Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Utama BJBR Bien Subiantoro serta manajemen dari kedua perusahaan.
“Dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan produk remittance quick cash. Untuk melengkapi rencana tersebut, sehingga diperlukan kerja sama dengan menggandeng mitra bisnis di beberapa negara. Dengan begitu, jangkauan pelayanan remitansi kami akan lebih luas lagi,” jelas Bien.
Ekspansi bisnis remitansi BJBR, lanjut dia, akan membidik kiriman uang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di sejumlah negara, seperti Malaysia, Hongkong, Singapura, dan lainnya. Di Malaysia misalnya, jumlah TKI diperkirakan mencapai 2,6 juta orang. Jumlah tersebut, sangat potensial. Terlebih, sebagian besar TKI berasal dari Jawa Barat.
Diakui dia, BJBR memilih tiga perusahaan tersebut karena memiliki jaringan luas. Perusahaan I-Asia Sakatama, memiliki jaringan yang tersebar dari Malaysia hingga Yordania yang didukung tiga bank besar di Malaysia. Perusahaan tersebut juga memiliki outlet sampai ribuan titik. Saat ini, outlet mereka terbanyak ada di Malaysia dan Timur Tengah.
Lebih lanjut, menurut Pemimpin Divisi Internasional Bank BJB Syamsu, kerja sama tersebut merupakan upaya BJBR memperkuat virtual office di luar negeri. Upaya itu perlu dilakukan karena pembangunan cabang secara fisik di luar negeri, membutuhkan biaya besar.
“Kerja sama dengan perusahaan tersebut mulai akhir tahun 2012, sehingga pada 2013 transaksi jasa pengiriman uang dari luar negeri bisa naik 10 kali lipat. Saat ini, pengiriman uang dari luar negeri melalui Bank BJB mencapai 6 ribu slip per bulan. Kami menargetkan bisa lebih besar lagi setelah kerja sama ini,” katanya.
Sampai saat ini, nilai transaksi remitansi BJBR mencapai Rp4 miliar per bulan. Pada tahun 2013, transaksi remitansi diharapkan mencapai Rp40 miliar per bulannya. Pihaknya optimistis, rencana tersebut akan tercapai.
Pada Agustus kemarin, lanjut Syamsu, jasa remitansi BJBR ke pasar global melalui outgoing transfer sejumlah 2.139 transaksi dengan nominal mencapai Rp17,33 triliun. Sementara untuk incoming transfer mencapai 40.199 transaksi dengan nominal Rp1,16 triliun.
Pada tahun 2013, BJBR menargetkan mampu menjalin kerja sama dengan perusahaan remitansi lainnya di dunia. Pada 2013, pihaknya berharap bisa terhubung dengan sembilan negara lainnya di dunia.
Diakui Syamsu, kerja sama bisnis dengan Berkah Indohaka Limited yang mengandeng SKD Management, juga akan dilakukan kerja sama untuk mendidik TKI Jabar Banten yang ada di Hongkong. Mereka akan diajarkan tentang kewirausahaan. Harapannya, ketika mereka kembali ke Indonesia, TKI bisa membuka usaha sendiri.
“Berkah Indohaka yang ada di Hongkong dengan jaringan SKD Management memiliki anggota TKI sampai 20.000 orang, paling banyak dari Jabar dan Jatim. Ini peluang kita menggarap mereka,” katanya.
BJBR melakukan kerja sama dengan perusahaan I-Asia Sakatama (asal Malaysia), Berkah Indohaka Limited yang terhubung dengan SKD Management (Hongkong). Penandatangan kerja sama dilakukan di Batam, Kamis (8/11/2012).
Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Utama BJBR Bien Subiantoro serta manajemen dari kedua perusahaan.
“Dalam waktu dekat, kami akan meluncurkan produk remittance quick cash. Untuk melengkapi rencana tersebut, sehingga diperlukan kerja sama dengan menggandeng mitra bisnis di beberapa negara. Dengan begitu, jangkauan pelayanan remitansi kami akan lebih luas lagi,” jelas Bien.
Ekspansi bisnis remitansi BJBR, lanjut dia, akan membidik kiriman uang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di sejumlah negara, seperti Malaysia, Hongkong, Singapura, dan lainnya. Di Malaysia misalnya, jumlah TKI diperkirakan mencapai 2,6 juta orang. Jumlah tersebut, sangat potensial. Terlebih, sebagian besar TKI berasal dari Jawa Barat.
Diakui dia, BJBR memilih tiga perusahaan tersebut karena memiliki jaringan luas. Perusahaan I-Asia Sakatama, memiliki jaringan yang tersebar dari Malaysia hingga Yordania yang didukung tiga bank besar di Malaysia. Perusahaan tersebut juga memiliki outlet sampai ribuan titik. Saat ini, outlet mereka terbanyak ada di Malaysia dan Timur Tengah.
Lebih lanjut, menurut Pemimpin Divisi Internasional Bank BJB Syamsu, kerja sama tersebut merupakan upaya BJBR memperkuat virtual office di luar negeri. Upaya itu perlu dilakukan karena pembangunan cabang secara fisik di luar negeri, membutuhkan biaya besar.
“Kerja sama dengan perusahaan tersebut mulai akhir tahun 2012, sehingga pada 2013 transaksi jasa pengiriman uang dari luar negeri bisa naik 10 kali lipat. Saat ini, pengiriman uang dari luar negeri melalui Bank BJB mencapai 6 ribu slip per bulan. Kami menargetkan bisa lebih besar lagi setelah kerja sama ini,” katanya.
Sampai saat ini, nilai transaksi remitansi BJBR mencapai Rp4 miliar per bulan. Pada tahun 2013, transaksi remitansi diharapkan mencapai Rp40 miliar per bulannya. Pihaknya optimistis, rencana tersebut akan tercapai.
Pada Agustus kemarin, lanjut Syamsu, jasa remitansi BJBR ke pasar global melalui outgoing transfer sejumlah 2.139 transaksi dengan nominal mencapai Rp17,33 triliun. Sementara untuk incoming transfer mencapai 40.199 transaksi dengan nominal Rp1,16 triliun.
Pada tahun 2013, BJBR menargetkan mampu menjalin kerja sama dengan perusahaan remitansi lainnya di dunia. Pada 2013, pihaknya berharap bisa terhubung dengan sembilan negara lainnya di dunia.
Diakui Syamsu, kerja sama bisnis dengan Berkah Indohaka Limited yang mengandeng SKD Management, juga akan dilakukan kerja sama untuk mendidik TKI Jabar Banten yang ada di Hongkong. Mereka akan diajarkan tentang kewirausahaan. Harapannya, ketika mereka kembali ke Indonesia, TKI bisa membuka usaha sendiri.
“Berkah Indohaka yang ada di Hongkong dengan jaringan SKD Management memiliki anggota TKI sampai 20.000 orang, paling banyak dari Jabar dan Jatim. Ini peluang kita menggarap mereka,” katanya.
(rna)