Inflasi diyakini masih sesuai asumsi
Kamis, 08 November 2012 - 19:12 WIB
Inflasi diyakini masih sesuai asumsi
A
A
A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) menilai inflasi masih sesuai prediksi, meskipun inflasi Oktober jauh meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Inflasi Oktober mencapai 0,16 persen dari sebelumnya hanya 0,01 persen.
BI menyatakan, inflasi tetap terkendali dan diperkirakan pada akhir tahun akan berada di sekitar titik tengah kisaran sasaran inflasi 2012 sebesar 4,5 persen plus minus satu persen.
"Inflasi inti masih terkendali, meskipun sedikit meningkat menjadi 4,59 persen (yoy), terutama didorong oleh kenaikan sewa dan kontrak rumah," ungkap Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Humas BI Dody Budi Waluyo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Secara fundamental, terkendalinya inflasi inti dipengaruhi oleh turunnya imported inflation sejalan dengan penurunan harga komoditas pangan dan energi global, relatif terjaganya stabilitas rupiah, stabilnya ekspektasi inflasi, serta respons sisi penawaran yang memadai.
Sementara itu, perkembangan harga bahan pangan (volatile food) mencatat deflasi didorong oleh koreksi harga komoditas pangan seiring dengan meningkatnya pasokan.
"Di sisi lain, inflasi administered prices juga terjaga pada level yang rendah seiring dengan tidak adanya kebijakan pemerintah di bidang harga barang dan jasa yang bersifat strategis," tukas dia.
BI menyatakan, inflasi tetap terkendali dan diperkirakan pada akhir tahun akan berada di sekitar titik tengah kisaran sasaran inflasi 2012 sebesar 4,5 persen plus minus satu persen.
"Inflasi inti masih terkendali, meskipun sedikit meningkat menjadi 4,59 persen (yoy), terutama didorong oleh kenaikan sewa dan kontrak rumah," ungkap Kepala Departemen Perencanaan Strategis dan Humas BI Dody Budi Waluyo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Secara fundamental, terkendalinya inflasi inti dipengaruhi oleh turunnya imported inflation sejalan dengan penurunan harga komoditas pangan dan energi global, relatif terjaganya stabilitas rupiah, stabilnya ekspektasi inflasi, serta respons sisi penawaran yang memadai.
Sementara itu, perkembangan harga bahan pangan (volatile food) mencatat deflasi didorong oleh koreksi harga komoditas pangan seiring dengan meningkatnya pasokan.
"Di sisi lain, inflasi administered prices juga terjaga pada level yang rendah seiring dengan tidak adanya kebijakan pemerintah di bidang harga barang dan jasa yang bersifat strategis," tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :