Harga bensin eceran di TTU Rp10 ribu/botol
Jum'at, 09 November 2012 - 14:53 WIB
Harga bensin eceran di TTU Rp10 ribu/botol
A
A
A
Sindonews.com - Kesulitan memperoleh BBM jenis premium di SPBU di Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat pedagang BBM tingkat eceran seenaknya menaikan harga secara bervariasi.
Herman, salah satu pedagang eceran BBM di pinggir jalan Eltari, depan hotel Livero Kefamenanu mengakui nekad menaikan harga bensin agar bisa mendapat untung yang seimbang.
“Di Kefamenanu bensin susah dapat, kalau kita terlambat antri ya tidak kebagian, terpaksa kami borong eceran di Soe-Niki-niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan baru datang jual disini,” tutur Herman di Kefamenanu, NTT, Jumat, (09/11/2012).
Agar bisa untung, pedagang BBM eceran ini menjual kepada pembeli dengan ukuran setengah botol seharga lima ribu rupiah, bagi yang ingin membeli satu botol penuh ukuran satu liter seharga 10.000 rupiah.
“Kalau tidak sebotol 10 ribu kami tidak bisa untung, kami hitung ongkos angkut dari Soe menuju Kefamenanu cukup mahal, apalagi disana kami beli juga dari penjual eceran juga,” ungkap Herman.
Meski demikian, banyak pembeli menyerbu pedagang eceran lantaran di SPBU sendiri kehabisian stok. Semenjak warga Kefamenanu kesulitan memperoleh BBM sejak rencana pemerintah pusat berniat menaikan harga BBM bersubsidi, semakin menjamur penjual BBM eceran di wilayah ini.
Herman, salah satu pedagang eceran BBM di pinggir jalan Eltari, depan hotel Livero Kefamenanu mengakui nekad menaikan harga bensin agar bisa mendapat untung yang seimbang.
“Di Kefamenanu bensin susah dapat, kalau kita terlambat antri ya tidak kebagian, terpaksa kami borong eceran di Soe-Niki-niki, Kabupaten Timor Tengah Selatan baru datang jual disini,” tutur Herman di Kefamenanu, NTT, Jumat, (09/11/2012).
Agar bisa untung, pedagang BBM eceran ini menjual kepada pembeli dengan ukuran setengah botol seharga lima ribu rupiah, bagi yang ingin membeli satu botol penuh ukuran satu liter seharga 10.000 rupiah.
“Kalau tidak sebotol 10 ribu kami tidak bisa untung, kami hitung ongkos angkut dari Soe menuju Kefamenanu cukup mahal, apalagi disana kami beli juga dari penjual eceran juga,” ungkap Herman.
Meski demikian, banyak pembeli menyerbu pedagang eceran lantaran di SPBU sendiri kehabisian stok. Semenjak warga Kefamenanu kesulitan memperoleh BBM sejak rencana pemerintah pusat berniat menaikan harga BBM bersubsidi, semakin menjamur penjual BBM eceran di wilayah ini.
(gpr)
Lihat Juga :