Musim hujan, harga batu bata naik
Jum'at, 09 November 2012 - 17:23 WIB
Musim hujan, harga batu bata naik
A
A
A
Sindonews.com - Memasuki musim penghujan, harga batu bata perlahan mengalami kenaikan. Saat ini, batu bata dijual dengan harga Rp600-Rp900 dari sebelumnya yang hanya Rp400-Rp500 per batu bata.
Salah satu pengrajin batu bata di desa Sleman Kecamatan Tanjung Agung, Sunarto mengatakan, sejak beberapa hari terakhir harga batu bata mengalami kenaikan. Pasalnya, selain curah hujan tinggi, harga kayu bakar juga mengalami kenaikan.
Musim penghujan, kata dia, menyebabkan proses pembuatan batu bata menjadi lebih lama. Sebab, batu bata yang telah diolah harus dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari. Setelah itu, baru dibakar selama dua hari.
"Karena hujan terus, jadinya batu bata sulit kering. Belum lagi, harga kayu bakar dari petani juga ikut naik karena musim hujan menyebabkan kayu bakar juga susah dikeringkan, lembab semua," papar Sunarto di Muaraenim, Jumat (9/11/2012).
Menurut Sunarto, dalam sehari, dirinya mampu membuat sekitar 500 batu bata. Sedangkan, lamanya pengelolahan batu bata hingga siap jual memakan waktu sekitar dua bulan. Namun, itu juga tergantung keadaan cuaca maupun tenaga kerja yang mengelolahnya.
"Kita juga menyediakan jasa antar karena kalau ada pembeli yang males buat ngambil sendiri, maka sekalian bisa langsung kita antar," ucap dia.
Sementara itu, pengrajin batu bata lainnya, Fahrozi menuturkan, saat musim kemarau kemarin, dirinya sudah menggenjot produksi batu bata sebanyak-banyaknya. Hal itu sengaja dilakukan sebagai persiapan sebelum musim hujan tiba.
"Jadi, mumpung musim panas kita berupaya cetak sebanyak-banyaknya. Jadi, saat musim hujan ini, kita sudah punya stok, tinggal dibakar saja," ucap dia
Menurut Fahrozi, kendati dikerjakan dengan cepat, namun pihaknya tetap mengutamakan kualitas batu batanya. Sebab, kepercayaan konsumen terhadap hasil batu bata yang dibuatnya menjadi hal yang sangat penting.
"Walau bagaimana juga, kualitas tetap dijaga karena kita sudah punya pelanggan. Kalau kualitas menurun mereka kan bisa lari," ucap dia.
Salah satu pengrajin batu bata di desa Sleman Kecamatan Tanjung Agung, Sunarto mengatakan, sejak beberapa hari terakhir harga batu bata mengalami kenaikan. Pasalnya, selain curah hujan tinggi, harga kayu bakar juga mengalami kenaikan.
Musim penghujan, kata dia, menyebabkan proses pembuatan batu bata menjadi lebih lama. Sebab, batu bata yang telah diolah harus dikeringkan terlebih dahulu di bawah sinar matahari. Setelah itu, baru dibakar selama dua hari.
"Karena hujan terus, jadinya batu bata sulit kering. Belum lagi, harga kayu bakar dari petani juga ikut naik karena musim hujan menyebabkan kayu bakar juga susah dikeringkan, lembab semua," papar Sunarto di Muaraenim, Jumat (9/11/2012).
Menurut Sunarto, dalam sehari, dirinya mampu membuat sekitar 500 batu bata. Sedangkan, lamanya pengelolahan batu bata hingga siap jual memakan waktu sekitar dua bulan. Namun, itu juga tergantung keadaan cuaca maupun tenaga kerja yang mengelolahnya.
"Kita juga menyediakan jasa antar karena kalau ada pembeli yang males buat ngambil sendiri, maka sekalian bisa langsung kita antar," ucap dia.
Sementara itu, pengrajin batu bata lainnya, Fahrozi menuturkan, saat musim kemarau kemarin, dirinya sudah menggenjot produksi batu bata sebanyak-banyaknya. Hal itu sengaja dilakukan sebagai persiapan sebelum musim hujan tiba.
"Jadi, mumpung musim panas kita berupaya cetak sebanyak-banyaknya. Jadi, saat musim hujan ini, kita sudah punya stok, tinggal dibakar saja," ucap dia
Menurut Fahrozi, kendati dikerjakan dengan cepat, namun pihaknya tetap mengutamakan kualitas batu batanya. Sebab, kepercayaan konsumen terhadap hasil batu bata yang dibuatnya menjadi hal yang sangat penting.
"Walau bagaimana juga, kualitas tetap dijaga karena kita sudah punya pelanggan. Kalau kualitas menurun mereka kan bisa lari," ucap dia.
(rna)
Lihat Juga :