Kulonprogo rancang masterplan pendampingan ekonomi
Sabtu, 10 November 2012 - 14:19 WIB
Kulonprogo rancang masterplan pendampingan ekonomi
A
A
A
Sindonews.com - Pemkab Kulonprogo tengah merancang masterplan pendampingan ekonomi pasca bencana. Masterplan dibutuhkan karena penanganan pasca bencana kerap terabaikan. Tidak seperti pra bencana atau saat bencana terjadi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Untung Waluyo mengatakan, masyarakan masih membutuhkan rehabilitasi pasca bencana, terutama rekonstruksi ekonomi.
"Masyarakat harus diperkuat agar lebih tangguh dari sisi ekonomi, meski hidup bersama bencana," kata Untung, Sabtu (10/11/2012).
Dia mengatakan, saat ini rehabilitasi pasca bencana telah dilakukan di Desa Sidoharjo, Samigaluh. Daerah ini dipilih sebagai pilot project karena memiliki resiko bencana tanah longsor cukup tinggi. Di sisi lain, daerah ini memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
“Di sana ada empon-empon yang dapat dikembangkan. Masyarakat sudah tidak asing dengan budidaya empon-empon. Ini tidak sulit dan telah dilakukan masyarakat secara tumpangsari di lahan-lahan mereka, walau pun belum menjadi suatu kegiatan produksi yang optimal,” terang dia.
Agus Setyabudi dari Yayasan Kenari, pendampingan rehabilitasi ekonomi pasca bencana di Desa Sidoharjo mengatakan, pihaknya menemukan problem dalam budidaya dan penjualan empon-empon. Masyarakat belum memenuhi standar teknis budidaya, hasil panen tidak pasti, dan budidaya dilakukan sebatas kegiatan bertani bukan usaha tani.
“Untuk itu dalam pendampingan kami memberikan pelatihan budidaya, serta pengembangan usaha. Juga dibuat skenario yaitu para penerima manfaat (pelaku unit usaha), mampu membuat rencana usaha dengan disertai pendampingan intensif dari instansi terkait,” kata dia.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Untung Waluyo mengatakan, masyarakan masih membutuhkan rehabilitasi pasca bencana, terutama rekonstruksi ekonomi.
"Masyarakat harus diperkuat agar lebih tangguh dari sisi ekonomi, meski hidup bersama bencana," kata Untung, Sabtu (10/11/2012).
Dia mengatakan, saat ini rehabilitasi pasca bencana telah dilakukan di Desa Sidoharjo, Samigaluh. Daerah ini dipilih sebagai pilot project karena memiliki resiko bencana tanah longsor cukup tinggi. Di sisi lain, daerah ini memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
“Di sana ada empon-empon yang dapat dikembangkan. Masyarakat sudah tidak asing dengan budidaya empon-empon. Ini tidak sulit dan telah dilakukan masyarakat secara tumpangsari di lahan-lahan mereka, walau pun belum menjadi suatu kegiatan produksi yang optimal,” terang dia.
Agus Setyabudi dari Yayasan Kenari, pendampingan rehabilitasi ekonomi pasca bencana di Desa Sidoharjo mengatakan, pihaknya menemukan problem dalam budidaya dan penjualan empon-empon. Masyarakat belum memenuhi standar teknis budidaya, hasil panen tidak pasti, dan budidaya dilakukan sebatas kegiatan bertani bukan usaha tani.
“Untuk itu dalam pendampingan kami memberikan pelatihan budidaya, serta pengembangan usaha. Juga dibuat skenario yaitu para penerima manfaat (pelaku unit usaha), mampu membuat rencana usaha dengan disertai pendampingan intensif dari instansi terkait,” kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :