Hatta: aksi sweeping ganggu iklim investasi
Senin, 12 November 2012 - 19:39 WIB
Hatta: aksi sweeping ganggu iklim investasi
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa menilai, aksi-aksi mogok buruh yang disertai sweeping pabrik akhir-akhir ini telah mengganggu iklim investasi di Indonesia.
"Kalau situasi ini kita biarkan tentu akan mengganggu iklim investasi itu jelas. Kalau ada ancaman, sweeping, dan sebagainya dan itu disampaikan pada kami bahwa situasinya sudah mengganggu, dan ini tidak boleh terjadi," ujar Hatta Rajasa usai memimpin Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Menurut Hatta, semua pihak akan dirugikan bila aksi-aksi anarkis yang mengatasnamakan buruh tersebut terus berlanjut. Tersendatnya roda perekonomian dipastikan mempersulit kehidupan rakyat kebanyakan.
"Kalau itu terjadi, maka akan mengganggu perekonomian kita, kasihan rakyat kita, kasihan pekerja kita," tambahnya.
Karena itu, pihaknya meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menindak tegas aksi-aksi anarkis semacam itu demi keberlangsungan perekonomian nasional.
"Pak Kapolri tadi mengatakan, kita menjamin keamanan. Upaya-upaya serikat pekerja untuk mengupayakan hak pekerja itu dibenarkan. Yang tidak dibenarkan itu sweeping, pengrusakan, kekerasaan. Dan ini harus ditertibkan," tukas dia.
"Kalau situasi ini kita biarkan tentu akan mengganggu iklim investasi itu jelas. Kalau ada ancaman, sweeping, dan sebagainya dan itu disampaikan pada kami bahwa situasinya sudah mengganggu, dan ini tidak boleh terjadi," ujar Hatta Rajasa usai memimpin Rapat Koordinasi di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Menurut Hatta, semua pihak akan dirugikan bila aksi-aksi anarkis yang mengatasnamakan buruh tersebut terus berlanjut. Tersendatnya roda perekonomian dipastikan mempersulit kehidupan rakyat kebanyakan.
"Kalau itu terjadi, maka akan mengganggu perekonomian kita, kasihan rakyat kita, kasihan pekerja kita," tambahnya.
Karena itu, pihaknya meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menindak tegas aksi-aksi anarkis semacam itu demi keberlangsungan perekonomian nasional.
"Pak Kapolri tadi mengatakan, kita menjamin keamanan. Upaya-upaya serikat pekerja untuk mengupayakan hak pekerja itu dibenarkan. Yang tidak dibenarkan itu sweeping, pengrusakan, kekerasaan. Dan ini harus ditertibkan," tukas dia.
(gpr)
Lihat Juga :