Demo buruh, 4 perusahaan nyatakan tutup sementara
Senin, 12 November 2012 - 14:19 WIB
Demo buruh, 4 perusahaan nyatakan tutup sementara
A
A
A
Sindonews.com - Aksi para buruh yang melakukan sweeping membuat resah beberapa perusahaan. Akibatnya, empat perusahaan dikabarkan akan menghentikan usahanya, lantaran kondisi yang dinilai belum kondusif.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan ada sekira empat perusahaan yang telah datang ke kantornya untuk melakukan pembicaraan. Namun, dari keempat perusahaan tersebut belum ada yang menyatakan akan hengkang.
"Tapi yang berbicara ke sini (BKPM) untuk hengkang belum ada, concern mereka temporary close. Jadi tutup sementara," ujar Chatib di kantornya, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Menurutnya, dia bersedia mendengar keluh kesah dari para pengusaha akan masalah buruh yang dihadapi. Menurut dia, jika memang pertemuan secara langsung sulit dilaksanakan, maka dapat dilakukan via telepon saja.
"Perusahaan-perusahaan yang mempunyai permasalahan, kalau meeting susah lewat telepon Saya tawarin," kata dia.
Dia melanjutkan, para pengusaha tersebut enggan menyebutkan nama perusahaan, lantaran adanya potensi disandera para buruh."Tetapi memang ada beberapa perusahaan," jelasnya.
Chatib menambahkan, para direksi-direksi perusahaan tersebut ada yang tidak berani masuk kantor, lantaran lokasi pabriknya diduduki para pendemo. "Mereka juga sudah bilang sudah dipenuhi, tapi buruh masih aja," ujar Chatib.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengatakan ada sekira empat perusahaan yang telah datang ke kantornya untuk melakukan pembicaraan. Namun, dari keempat perusahaan tersebut belum ada yang menyatakan akan hengkang.
"Tapi yang berbicara ke sini (BKPM) untuk hengkang belum ada, concern mereka temporary close. Jadi tutup sementara," ujar Chatib di kantornya, Jakarta, Senin (12/11/2012).
Menurutnya, dia bersedia mendengar keluh kesah dari para pengusaha akan masalah buruh yang dihadapi. Menurut dia, jika memang pertemuan secara langsung sulit dilaksanakan, maka dapat dilakukan via telepon saja.
"Perusahaan-perusahaan yang mempunyai permasalahan, kalau meeting susah lewat telepon Saya tawarin," kata dia.
Dia melanjutkan, para pengusaha tersebut enggan menyebutkan nama perusahaan, lantaran adanya potensi disandera para buruh."Tetapi memang ada beberapa perusahaan," jelasnya.
Chatib menambahkan, para direksi-direksi perusahaan tersebut ada yang tidak berani masuk kantor, lantaran lokasi pabriknya diduduki para pendemo. "Mereka juga sudah bilang sudah dipenuhi, tapi buruh masih aja," ujar Chatib.
(gpr)
Lihat Juga :