Kemiskinan di Indonesia Timur masih tinggi
Selasa, 13 November 2012 - 12:46 WIB
Kemiskinan di Indonesia Timur masih tinggi
A
A
A
Sindonews.com - Wilayah Indonesia Timur masih menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi secara nasional. Hal tersebut tidak hanya karena faktor pengupahan, pendidikan dan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi kewilayahan sehingga memunculkan biaya hidup yang tinggi.
Data di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, menyebutkan untuk Papua saja tercatat angka kemiskinannya mencapai 30 persen. "Irian saja angka kemiskinannya mencapai 30 persen," tandas Menkokesra Agung Laksono seusai mengikuti pembukaan Musrenbang Regional Jawa-Bali dengan tema Pengentasan Kemiskinan di Yogyakarta, Selasa (13/11/2012).
Pemerintah, menurut Agung setiap tahun rata-rata mengucurkan dana Rp50-60 triliun untuk program pengentasan kemiskinan. Anggaran tersebut hanya untuk program yang diluncurkan pemerintah melalui empat kluster program pengentasan kemiskinan.
Dari catatan Agung, jika memperhitungkan subsidi untuk kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah, anggaran program kemiskinan bisa mencapai ratusan triliun. "PNPM saja Rp10 triliun, Jamkesmas dan program lain total sekira Rp40 triliun," tambahnya.
Dari sisi evaluasi penyerapan, Agung menilai telah terjadi secara optimal. Setiap tahun rata-rata penyerapan diklaimnya mencapai 90 persen.
Data di Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, menyebutkan untuk Papua saja tercatat angka kemiskinannya mencapai 30 persen. "Irian saja angka kemiskinannya mencapai 30 persen," tandas Menkokesra Agung Laksono seusai mengikuti pembukaan Musrenbang Regional Jawa-Bali dengan tema Pengentasan Kemiskinan di Yogyakarta, Selasa (13/11/2012).
Pemerintah, menurut Agung setiap tahun rata-rata mengucurkan dana Rp50-60 triliun untuk program pengentasan kemiskinan. Anggaran tersebut hanya untuk program yang diluncurkan pemerintah melalui empat kluster program pengentasan kemiskinan.
Dari catatan Agung, jika memperhitungkan subsidi untuk kegiatan yang dilakukan pemerintah daerah, anggaran program kemiskinan bisa mencapai ratusan triliun. "PNPM saja Rp10 triliun, Jamkesmas dan program lain total sekira Rp40 triliun," tambahnya.
Dari sisi evaluasi penyerapan, Agung menilai telah terjadi secara optimal. Setiap tahun rata-rata penyerapan diklaimnya mencapai 90 persen.
(gpr)
Lihat Juga :