Produksi migas Blok Cepu tetap normal
Rabu, 14 November 2012 - 17:04 WIB
Produksi migas Blok Cepu tetap normal
A
A
A
Sindonews.com – Pengelolaan minyak dan gas bumi lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Bojonegoro tidak terpengaruh dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubarkan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).
Menurut Field Public and Government Affairs Manager PT Mobil Cepu Limited, Rexy Mawardijaya, pihaknya masih menunggu perkembangan langkah yang dilakukan pemerintah setelah keluarnya putusan MK terkait pembubaran BP Migas tersebut.
“Kami masih mengikuti perkembangan yang terjadi setelah ada putusan pembubaran BP Migas tersebut,” ujar Rexy di Bojonegoro, Rabu (14/11/2012).
Dia mengatakan, kegiatan pengelolaan minyak dan gas bumi di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Bojonegoro tetap berjalan normal. Saat ini, produksi minyak mentah di lapangan Banyu Urip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro mencapai 22.000 barel per hari (bph). Produksi minyak mentah itu naik dari sebelumnya yang hanya 20.000 barel per hari.
Begitu pula kegiatan proyek fisik untuk penunjang puncak produksi Blok Cepu tetap berjalan. Proyek itu meliputi, pembangunan fasilitas produksi minyak mentah, pembangunan pipa untuk alir-muat minyak mentah, proyek pembangunan infrastruktur dan pembangunan dermaga untuk bersandar kapal tangker. Proyek itu meliputi wilayah Bojonegoro dan Tuban.
Menurut Rexy, pengerjaan proyek untuk penunjang puncak produksi minyak mentah Blok Cepu telah dikerjakan sesuai jadwal. Pihak kontraktor diberikan waktu hingga 36 bulan untuk menyelesaikan proyek yang menelan dana triliunan tersebut.
“Kalau proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi itu selesai maka produksi puncak minyak mentah di Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari dapat dimulai,” ujarnya.
PT Mobil Cepu Limited, anak perusahaan Exxon Mobil Corporation asal Amerika Serikat menjadi operator potensi minyak mentah dan gas bumi Blok Cepu di Bojonegoro. Potensi minyak mentah di Blok Cepu diperkirakan mencapai 250 juta barel.
Selain lapangan Banyu Urip, PT MCL juga menguasai lapangan minyak mentah Kedung Keris di Kecamatan Kalitidu, lapangan Alas Tuwo Barat dan Alas Tuwo Timur di Kecamatan Dander dan Ngasem. Namun, sumur minyak mentah yang telah berproduksi baru lapangan Banyu Urip.
Operator lain yang menguasai potensi migas di Bojonegoro, yakni PT Pertamina Energi dan Produksi (EP) Cepu. Pertamina EP Cepu akan mengelola potensi gas bumi di lapangan Jambaran, Kecamatan Tambakrejo. Selain itu, Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) menguasai minyak mentah lapangan Sukowati di Kota Bojonegoro.
Menurut Field Public and Government Affairs Manager PT Mobil Cepu Limited, Rexy Mawardijaya, pihaknya masih menunggu perkembangan langkah yang dilakukan pemerintah setelah keluarnya putusan MK terkait pembubaran BP Migas tersebut.
“Kami masih mengikuti perkembangan yang terjadi setelah ada putusan pembubaran BP Migas tersebut,” ujar Rexy di Bojonegoro, Rabu (14/11/2012).
Dia mengatakan, kegiatan pengelolaan minyak dan gas bumi di lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di Bojonegoro tetap berjalan normal. Saat ini, produksi minyak mentah di lapangan Banyu Urip di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro mencapai 22.000 barel per hari (bph). Produksi minyak mentah itu naik dari sebelumnya yang hanya 20.000 barel per hari.
Begitu pula kegiatan proyek fisik untuk penunjang puncak produksi Blok Cepu tetap berjalan. Proyek itu meliputi, pembangunan fasilitas produksi minyak mentah, pembangunan pipa untuk alir-muat minyak mentah, proyek pembangunan infrastruktur dan pembangunan dermaga untuk bersandar kapal tangker. Proyek itu meliputi wilayah Bojonegoro dan Tuban.
Menurut Rexy, pengerjaan proyek untuk penunjang puncak produksi minyak mentah Blok Cepu telah dikerjakan sesuai jadwal. Pihak kontraktor diberikan waktu hingga 36 bulan untuk menyelesaikan proyek yang menelan dana triliunan tersebut.
“Kalau proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi itu selesai maka produksi puncak minyak mentah di Blok Cepu sebesar 165 ribu barel per hari dapat dimulai,” ujarnya.
PT Mobil Cepu Limited, anak perusahaan Exxon Mobil Corporation asal Amerika Serikat menjadi operator potensi minyak mentah dan gas bumi Blok Cepu di Bojonegoro. Potensi minyak mentah di Blok Cepu diperkirakan mencapai 250 juta barel.
Selain lapangan Banyu Urip, PT MCL juga menguasai lapangan minyak mentah Kedung Keris di Kecamatan Kalitidu, lapangan Alas Tuwo Barat dan Alas Tuwo Timur di Kecamatan Dander dan Ngasem. Namun, sumur minyak mentah yang telah berproduksi baru lapangan Banyu Urip.
Operator lain yang menguasai potensi migas di Bojonegoro, yakni PT Pertamina Energi dan Produksi (EP) Cepu. Pertamina EP Cepu akan mengelola potensi gas bumi di lapangan Jambaran, Kecamatan Tambakrejo. Selain itu, Joint Operating Body (JOB) Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PPEJ) menguasai minyak mentah lapangan Sukowati di Kota Bojonegoro.
(rna)
Lihat Juga :