Penarikan uang perbankan meningkat
Rabu, 14 November 2012 - 17:13 WIB
Penarikan uang perbankan meningkat
A
A
A
Sindonews.com - Penarikan uang perbankan di wilayah Bandung melalui Bank Indonesia (BI) wilayah VI Jabar dan Banten menjelang libur panjang mengalami peningkatan sekitar 13,9 persen dibanding penarikan uang pada hari biasa awal bulan ini.
Peneliti Madya Bank Indonesia Kantor Wilayah VI Jabar dan Banten Naek Tigor Sinaga mengakui, menjelang libur panjang pekan ini, penarikan uang oleh perbankan mengalami kenaikan sekitar 13,9 persen.
Rata rata penarikan uang jelang akhir pekan sekitar Rp84,5 miliar per hari, lebih tinggi dari rata-rata penarikan uang pada hari biasa di pekan pertama bulan ini sebesar Rp74,16 miliar per hari.
“Transaksi saat long weekand dipastikan meningkat. Indikasi terjadinya peningkatan transaksi di masyarakat, terlihat pada peningkatan penarikan uang oleh perbankan melalui Bank Indonesia,” jelas Naek Tigor Sinaga kepada wartawan di Bandung, Rabu (14/11/2012).
Menurut dia, dengan banyaknya jumlah ATM di Bandung, sebagian besar masyarakat luar kota melakukan penarikan uang di Kota Kembang tersebut.
Kondisi ini sejalan dengan laporan transaksi keuangan Bank Indonesia pada kuartal III/2012. Pada periode tersebut, aliran uang kertas yang keluar (outflow) dari BI mengalami kenaikan, baik dari sisi nominal maupun bilyet.
Secara nominal outflow uang kertas mengalami kenaikan sekitar 12,7 persen, yaitu dari Rp5,87 triliun pada kuartal II/2012 menjadi Rp6,61 triliun pada kuartal III/2012.
“Tingginya uang keluar dari Bank Indonesia, disebabkan Idul Fitri. Di mana, masyarakat melakukan penarikan uang besar-besaran untuk kebutuhan mereka saat akhir Ramadan dan Idul Fitri,” beber dia.
Namun demikian, lanjut Tigor, penarikan transaksi saat akhir pekan tidak setinggi saat Idul Fitri. Diakui dia, pada saat tertentu, ada kecenderungan kebutuhan uang pecahan jenis tertentu.
Pada kuartal III/2012, pecahan uang yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat adalah uang pecahan Rp2.000 sebanyak 49,09 juta bilyet atau 23,39 persen dari total bilyet keluar serta pecahan Rp50.000 sebanyak 46,21 juta bilyet atau 22,02 persen dari total bilyet keluar.
Dihubungi terpisah, Direktur Bisnis PT Bank Nusantara Parahyangan (BNP) Budi T Halim menuturkan, menjelang libur panjang, penarikan uang melalui mesin ATM biasanya mengalami peningkatkan. Untuk mempersiapkan hal itu, pihaknya menambah dana pada semua mesin ATM sebesar 10 persen, lebih tinggi daripada kondisi normal.
“Persiapan itu telah kami lakukan sejak dua pekan silam dengan menambah kapasitas uang di mesin ATM kami,” jelas dia.
Dia memperkirakan, kebutuhan uang tunai yang ditarik melalui ATM bisa mencapai miliaran rupiah. Penarikan uang tersebut, tidak hanya dilakukan masyarakat Bandung, tapi juga masyarakat dari luar kota yang berkunjung ke Bandung.
walaupun libur, menurut dia, Bank BNP tetap mengoperasikan beberapa kantornya. Misalnya, kantor cabang di Pasar Baru, Jalan Oto Iskandardinata Bandung. Pengoperasian tersebut untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.
Peneliti Madya Bank Indonesia Kantor Wilayah VI Jabar dan Banten Naek Tigor Sinaga mengakui, menjelang libur panjang pekan ini, penarikan uang oleh perbankan mengalami kenaikan sekitar 13,9 persen.
Rata rata penarikan uang jelang akhir pekan sekitar Rp84,5 miliar per hari, lebih tinggi dari rata-rata penarikan uang pada hari biasa di pekan pertama bulan ini sebesar Rp74,16 miliar per hari.
“Transaksi saat long weekand dipastikan meningkat. Indikasi terjadinya peningkatan transaksi di masyarakat, terlihat pada peningkatan penarikan uang oleh perbankan melalui Bank Indonesia,” jelas Naek Tigor Sinaga kepada wartawan di Bandung, Rabu (14/11/2012).
Menurut dia, dengan banyaknya jumlah ATM di Bandung, sebagian besar masyarakat luar kota melakukan penarikan uang di Kota Kembang tersebut.
Kondisi ini sejalan dengan laporan transaksi keuangan Bank Indonesia pada kuartal III/2012. Pada periode tersebut, aliran uang kertas yang keluar (outflow) dari BI mengalami kenaikan, baik dari sisi nominal maupun bilyet.
Secara nominal outflow uang kertas mengalami kenaikan sekitar 12,7 persen, yaitu dari Rp5,87 triliun pada kuartal II/2012 menjadi Rp6,61 triliun pada kuartal III/2012.
“Tingginya uang keluar dari Bank Indonesia, disebabkan Idul Fitri. Di mana, masyarakat melakukan penarikan uang besar-besaran untuk kebutuhan mereka saat akhir Ramadan dan Idul Fitri,” beber dia.
Namun demikian, lanjut Tigor, penarikan transaksi saat akhir pekan tidak setinggi saat Idul Fitri. Diakui dia, pada saat tertentu, ada kecenderungan kebutuhan uang pecahan jenis tertentu.
Pada kuartal III/2012, pecahan uang yang paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat adalah uang pecahan Rp2.000 sebanyak 49,09 juta bilyet atau 23,39 persen dari total bilyet keluar serta pecahan Rp50.000 sebanyak 46,21 juta bilyet atau 22,02 persen dari total bilyet keluar.
Dihubungi terpisah, Direktur Bisnis PT Bank Nusantara Parahyangan (BNP) Budi T Halim menuturkan, menjelang libur panjang, penarikan uang melalui mesin ATM biasanya mengalami peningkatkan. Untuk mempersiapkan hal itu, pihaknya menambah dana pada semua mesin ATM sebesar 10 persen, lebih tinggi daripada kondisi normal.
“Persiapan itu telah kami lakukan sejak dua pekan silam dengan menambah kapasitas uang di mesin ATM kami,” jelas dia.
Dia memperkirakan, kebutuhan uang tunai yang ditarik melalui ATM bisa mencapai miliaran rupiah. Penarikan uang tersebut, tidak hanya dilakukan masyarakat Bandung, tapi juga masyarakat dari luar kota yang berkunjung ke Bandung.
walaupun libur, menurut dia, Bank BNP tetap mengoperasikan beberapa kantornya. Misalnya, kantor cabang di Pasar Baru, Jalan Oto Iskandardinata Bandung. Pengoperasian tersebut untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat.
(rna)
Lihat Juga :