Desember, pipanisasi air Cilawu-Karangpawitan rampung
Rabu, 14 November 2012 - 17:20 WIB
Desember, pipanisasi air Cilawu-Karangpawitan rampung
A
A
A
Sindonews.com - Proyek sistem pipanisasi air bersih sepanjang 12 km dari Kecamatan Cilawu hingga Kecamatan Karangpawitan diprediksi rampung Desember mendatang.
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut Doni Suryadi mengatakan, proses pembangunan sistem pipanisasi tersebut kini telah mencapai 85 persen.
“Jaringan pipanya sudah selesai. Tinggal membuat dua unit jembatan penghubung untuk pipa yang melintasi sungai dan pemasangan pompa,” kata Doni, Rabu (14/11/2012).
Program pipanisasi yang didanai oleh APBN sebesar Rp6 miliar ini, rencananya akan menyalurkan air bersih dari mata air Cipulus di Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, ke reservoar Cempaka, Perumahan Bumi Cempaka Indah, Kecamatan Karangpawitan. Dengan begitu, tambah dia, masalah berkurangnya pasokan air ke perumahan dengan jumlah pelanggan PDAM terbanyak ini akan teratasi.
“Debit pada mata air Cipulus sangat besar, yaitu lebih dari 100 liter per detik. Manfaatnya akan dirasakan oleh 1.200 KK yang menjadi pelanggan PDAM di kawasan perumahan Cempaka,” ucapnya.
Diungkapkan Doni, program dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) tersebut bukan hanya ditujukan untuk membangun saluran air bersih bagi ribuan warga di kawasan Cempaka saja. Kebutuhan air bersih sekitar 3.000 KK pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Cilawu pun akan terpenuhi.
“Di kawasan Cilawu, pipanisasi air bersih akan menyalurkan air bersih dari mata air Ciraab, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, ke reservoar Ngamplang. Prosesnya sama seperti jaringan ke Karangpawitan, untuk kebutuhan di Cilawu kurang lebih sudah 85 persen juga,” terangnya.
Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Intan Garut, Hanan, menjelaskan, permasalahan berkurangnya pasokan air bagi 1.200 KK pelanggan di kawasan Cempaka disebabkan oleh hilangnya air bersih di mata air Cibulakan, Desa Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan. Tahun lalu, sebut Hanan, mata air ini dapat menghasilkan air bersih dengan debit 10 liter per detik.
“Sekarang airnya sama sekali tidak ada. Sementara ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan Cempaka, PDAM hanya mengandalkan distribusi air dari dua mata air sumur yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal warga. Dua sumur itu hanya mampu memproduksi total air sebanyak 8 liter per detik. Padahal, idealnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di kawasan Cempaka minimalnya sebanyak 15 liter per detik,” jelasnya.
Seperti diketahui, Warga di Perumahan Bumi Cempaka Indah, Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, mengeluhkan minimnya pasokan air PDAM Tirta Intan Garut. Warga merasa heran, berkurangnya pasokan air di lingkungan mereka ini terjadi pada musim hujan.
Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Garut Doni Suryadi mengatakan, proses pembangunan sistem pipanisasi tersebut kini telah mencapai 85 persen.
“Jaringan pipanya sudah selesai. Tinggal membuat dua unit jembatan penghubung untuk pipa yang melintasi sungai dan pemasangan pompa,” kata Doni, Rabu (14/11/2012).
Program pipanisasi yang didanai oleh APBN sebesar Rp6 miliar ini, rencananya akan menyalurkan air bersih dari mata air Cipulus di Desa Mangkurakyat, Kecamatan Cilawu, ke reservoar Cempaka, Perumahan Bumi Cempaka Indah, Kecamatan Karangpawitan. Dengan begitu, tambah dia, masalah berkurangnya pasokan air ke perumahan dengan jumlah pelanggan PDAM terbanyak ini akan teratasi.
“Debit pada mata air Cipulus sangat besar, yaitu lebih dari 100 liter per detik. Manfaatnya akan dirasakan oleh 1.200 KK yang menjadi pelanggan PDAM di kawasan perumahan Cempaka,” ucapnya.
Diungkapkan Doni, program dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU) tersebut bukan hanya ditujukan untuk membangun saluran air bersih bagi ribuan warga di kawasan Cempaka saja. Kebutuhan air bersih sekitar 3.000 KK pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Cilawu pun akan terpenuhi.
“Di kawasan Cilawu, pipanisasi air bersih akan menyalurkan air bersih dari mata air Ciraab, Desa Sukatani, Kecamatan Cilawu, ke reservoar Ngamplang. Prosesnya sama seperti jaringan ke Karangpawitan, untuk kebutuhan di Cilawu kurang lebih sudah 85 persen juga,” terangnya.
Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Intan Garut, Hanan, menjelaskan, permasalahan berkurangnya pasokan air bagi 1.200 KK pelanggan di kawasan Cempaka disebabkan oleh hilangnya air bersih di mata air Cibulakan, Desa Lebak Jaya, Kecamatan Karangpawitan. Tahun lalu, sebut Hanan, mata air ini dapat menghasilkan air bersih dengan debit 10 liter per detik.
“Sekarang airnya sama sekali tidak ada. Sementara ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan Cempaka, PDAM hanya mengandalkan distribusi air dari dua mata air sumur yang lokasinya tidak jauh dari tempat tinggal warga. Dua sumur itu hanya mampu memproduksi total air sebanyak 8 liter per detik. Padahal, idealnya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga di kawasan Cempaka minimalnya sebanyak 15 liter per detik,” jelasnya.
Seperti diketahui, Warga di Perumahan Bumi Cempaka Indah, Kelurahan Lebakjaya, Kecamatan Karangpawitan, mengeluhkan minimnya pasokan air PDAM Tirta Intan Garut. Warga merasa heran, berkurangnya pasokan air di lingkungan mereka ini terjadi pada musim hujan.
(gpr)
Lihat Juga :