Dahlan : Sekarang era BUMN beli perusahaan asing
Rabu, 14 November 2012 - 17:25 WIB
Dahlan : Sekarang era BUMN beli perusahaan asing
A
A
A
Sindonews.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan, ekspansi PT Semen Gresik Tbk (SMGR) dengan cara mengakuisisi perusahaan semen asal Vietnam dinilai menjadi sejarah baru bagi BUMN di Indonesia. Pasalnya, ekspansi ini merupakan hal baru yang sangat berbeda dengan kebiasaan BUMN sebelumnya.
Dahulu, kata Dahlan, yang terjadi adalah negara menjual perusahaan-perusahaannya ke pihak swasta asing. Sebaliknya, kini menjadi era bagi BUMN untuk membeli perusahaan-perusahaan swasta di mancanegara.
"Saya pernah ditanya, apakah saya akan menjual-jual BUMN seperti yang biasanya terjadi. Sekarang kita tidak menjual tapi malah membeli," kata Dahlan dalam sambutannya pada acara penandatanganan kesepakatan antara SMGR dengan Gelexmindo (Vietnam) di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Dahlan membandingkan peristiwa penandatanganan kesepakatan SMGR-Gelexmindo ini dengan pernikahan antara raja Majapahit dengan putri Campa yang tercatat sebagai sejarah besar di Indonesia. Kebetulan, Majapahit berpusat di dekat kota Gresik tempat beroperasinya SMGR, dan Gelexmindo berada tidak jauh dari Kamboja.
"Hampir 1.000 tahun lalu terjadi peristiwa yang sangat bersejarah, ketika raja Majaphit menikah dengan putri Campa. Dan sekarang terjadi perkawinan kedua, antara Semen Gresik dengan Thang Long. Saya kira ini akan jadi sejarah. Semen Gresik membawa misi negara," ujarnya.
Seperti diketahui, perusahaan semen pelat merah tersebut hari ini melakukan penandatanganan kesepakatan penjualan dan pembelian bersyarat dengan Ha Noi General Export-Import Joint Stock Company (Geleximco) Vietnam untuk menjadi pemegang saham terbesar di Thang Long Cement. Thang Long Cement merupakan perusahaan semen yang berbasis di Vietnam.
Rencana transaksi tersebut diharapkan selesai pertengahan Desember 2012. Kerja sama ini akan menjadi tonggak bagi perluasan pertama yang kami lakukan di pasar regional dan menandai hubungan bilateral yang penting antara Indonesia dan Vietnam," kata Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto.
Dahulu, kata Dahlan, yang terjadi adalah negara menjual perusahaan-perusahaannya ke pihak swasta asing. Sebaliknya, kini menjadi era bagi BUMN untuk membeli perusahaan-perusahaan swasta di mancanegara.
"Saya pernah ditanya, apakah saya akan menjual-jual BUMN seperti yang biasanya terjadi. Sekarang kita tidak menjual tapi malah membeli," kata Dahlan dalam sambutannya pada acara penandatanganan kesepakatan antara SMGR dengan Gelexmindo (Vietnam) di Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (14/11/2012).
Dahlan membandingkan peristiwa penandatanganan kesepakatan SMGR-Gelexmindo ini dengan pernikahan antara raja Majapahit dengan putri Campa yang tercatat sebagai sejarah besar di Indonesia. Kebetulan, Majapahit berpusat di dekat kota Gresik tempat beroperasinya SMGR, dan Gelexmindo berada tidak jauh dari Kamboja.
"Hampir 1.000 tahun lalu terjadi peristiwa yang sangat bersejarah, ketika raja Majaphit menikah dengan putri Campa. Dan sekarang terjadi perkawinan kedua, antara Semen Gresik dengan Thang Long. Saya kira ini akan jadi sejarah. Semen Gresik membawa misi negara," ujarnya.
Seperti diketahui, perusahaan semen pelat merah tersebut hari ini melakukan penandatanganan kesepakatan penjualan dan pembelian bersyarat dengan Ha Noi General Export-Import Joint Stock Company (Geleximco) Vietnam untuk menjadi pemegang saham terbesar di Thang Long Cement. Thang Long Cement merupakan perusahaan semen yang berbasis di Vietnam.
Rencana transaksi tersebut diharapkan selesai pertengahan Desember 2012. Kerja sama ini akan menjadi tonggak bagi perluasan pertama yang kami lakukan di pasar regional dan menandai hubungan bilateral yang penting antara Indonesia dan Vietnam," kata Direktur Utama SMGR Dwi Soetjipto.
(rna)
Lihat Juga :